Wednesday, 23 May 2012

Ketika

Ketika dan ketika...
Semua berawal dari ketika.

Ketika hati, pikiran, tindakan semuanya tidak sinkron. Ketika pikiran tidak benar-benar bisa berfikir dengan jernih. Ketika keinginan harus dihadapkan dengan kewajiban. Ketika kebahagiaan diri justru menjadi kesedihan dalam bentuk lain bagi orang lain.

Ketika maksud dan tujuan yang sedang kamu jalani, menimbulkan maksud baru yang sangat menyimpang di mata orang lain. Ketika sebuah makna kata menjadi berubah, makna perhatian terlihat salah dalam pengartiannya.

Ketika diri sendiri merasa tidak mengerti apa yang sedang dirasakan. Tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling.

Ketika mulai banyak prasangka yang berdatangan, didukung dengan keadaan yg semakin mengguncang. Ketika semua hal terparah benar-benar terjadi pada suatu titik. Titik jenuh.

Ketika tak selamanya hal trparah itu terjadi dan nampak dilihat dengan mata. Tak jarang mereka bersembunyi di belakang kita.

Ketika semua itu terjadi, berdoalah pada Tuhan.
Tuhan selalu ada untukmu, meski kamu tak selalu ada untuk-Nya :)

1 comment:

  1. Seriusan. Kangen aku yang ngetik ini, aku yang sama sekali nggak sambat ke siapapun. Yang kalo sambat cuma pas doa. Kangeeen banget aku yang bisa jaga sikap, kangeeen tertekannya. Kangeeeen banget. Dan, bener kan? Cepat atau lambat, suka ngga suka. Hari-ini-yang-besok-akan-menjadi-kemarin dan sekarang-yang-akan-menjadi-dulu. Kangen. :)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)