Wednesday, 23 May 2012

Ketika

Ketika dan ketika...
Semua berawal dari ketika.

Ketika hati, pikiran, tindakan semuanya tidak sinkron. Ketika pikiran tidak benar-benar bisa berfikir dengan jernih. Ketika keinginan harus dihadapkan dengan kewajiban. Ketika kebahagiaan diri justru menjadi kesedihan dalam bentuk lain bagi orang lain.

Ketika maksud dan tujuan yang sedang kamu jalani, menimbulkan maksud baru yang sangat menyimpang di mata orang lain. Ketika sebuah makna kata menjadi berubah, makna perhatian terlihat salah dalam pengartiannya.

Ketika diri sendiri merasa tidak mengerti apa yang sedang dirasakan. Tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di sekeliling.

Ketika mulai banyak prasangka yang berdatangan, didukung dengan keadaan yg semakin mengguncang. Ketika semua hal terparah benar-benar terjadi pada suatu titik. Titik jenuh.

Ketika tak selamanya hal trparah itu terjadi dan nampak dilihat dengan mata. Tak jarang mereka bersembunyi di belakang kita.

Ketika semua itu terjadi, berdoalah pada Tuhan.
Tuhan selalu ada untukmu, meski kamu tak selalu ada untuk-Nya :)

Wednesday, 9 May 2012

Filosofi Kopi




Karya sastra terbaik 2006 pilihan majalah Tempo. Oleh Dewi Lestari (Dee).


Ceritanya memang unik, dikemas dalam bahasa yang cantik dan sangat menarik.

Beberapa cuplikan dari Filosofi Kopi:
Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.
 ***
Akan tetapi, hidup ini cair. Semesta ini bergerak. Realita bisa berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujurtetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.
Halaman 42
***

Cinta butuh dipelihara. Bahwa di dalam sepak terjangnya yang serba mengejutkan, cinta ternyata masih butuh mekanisme agar mampu bertahan.
Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming-iming besar, atau seperti ranjau tahu-tahu meledakkanmu entah kapan dan kenapa. Cinta yanng sudah dipilih sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan... karena cinta adalah mengalami.
Cinta tak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi. Perkembangan dua manusia yang terpantau agar tetap harmonis. Karena cinta pun hidup dan bukan Cuma maskot untuk disembah sujud.
 Halaman 43
***
Akankah aku bertambah tenang bila berhasil membuktikan kepada diriku, kepada dia, pada dunia, kalau aku baik-baik saja?
Halaman  92
***