Sunday, 13 October 2013

Kontemplasi

Selama ini ternyata saya belum dewasa. Saya masih anak-anak, baik dari pemikiran, sikap dan angan-angan. Saya yang masih menyimpan dan menempatkan berbagai lagu anak-anak dalam playlist saya. Saya yang masih senang menonton film anak-anak yang penuh angan dan impian masa kecil. Saya juga masih menyimpan beberapa buku bacaan anak pada deretan rak buku saya. Saya yang benar-benar belum terlepas bayang-bayang kebahagiaan masa kecil saya.

Kini, saya benar-benar bersyukur. Saya memiliki masa kanak-kanak yang sebenarnya. Tanpa gadget, tanpa film dewasa, lagu dewasa dan semacamnya. Saya yang berkesempatan mengikuti era berdasarkan usia saya dan tak termakan gaya. Saya yang bisa memiliki pemikiran dan angan seperti saya. Saya juga sadar bahwa sebaik-baiknya inspirasi, impian, kegemaran, angan dan tujuan ditanamkan pada masa kanak-kanak antara taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Ditanamkan dengan segala macam hal yang masih setara dengan usianya, bukan berdasarkan kemajuan era yang ada seperti sekarang ini.

Saya yang semakin yakin bahwa kekuatan mimpi dan doa itu nyata adanya.

Dan kemudian saya benar-benar menyadari. Saya, perempuan melankolis yang tidak bisa terlepas dari segenap inspirasi, angan dan impian masa kecil saya.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)