Tuesday, 17 December 2013

Mengejar Sunset




Sunset catcher? Yes, we are!

Kami boleh dijuluki pengejar sunset atau yang lebih beken biasa disebut dengan sebutan sunset catcher. Kami, pelajar yang pada saat itu sedang menjajaki bangku terakhir di sekolah menengah atas di Jogjakarta. Kami merasa sangat sangat selo saat libur semester ganjil. Kenapa? Karena saat kelas X dan XI masa liburan kami disibukkan dengan berbagai partisipasi kegiatan yang mengharuskan kami untuk datang ke sekolah setiap hari ataupun mendatangi berbagai tempat yang dipersiapkan untuk kegiatan-kegiatan tersebut.

Kami adalah anak bebas yang tidak terikat entah itu teman sekelas, teman satu ekstrakurikuler, teman se gank atau apapun. Kami hanya iseng, Todi dan Novi yang mengajak kemudian lanjut berantai dan akhirnya terkumpulah kami semua yang siap mengejar sunset, menikmati senjanya Jogjakarta bersama-sama.


Awalnya, kami ingin menikmati sunset di Candi Ratu Boko, Kompleks Prambanan, Sleman. Akan tetapi, cuaca sore itu sangat tidak mendukung. Hujan deras mengguyur Jogjakarta hingga pukul 5 sore. Padahal Candi Ratu Boko sudah tutup pukul 6 petang. Kami yang ber-budget pas-pas an ini menganggap biaya masuk Candi yang tidak murah itu tidak sebanding jika kami hanya selama kurang lebih 45menit berada di dalamnya.

Setelah terlalu lama bercengkrama, kami memutuskan untuk keluar. Entah kemana kami akan berhenti, yang jelas saya dan Dani mengambil komando berjalan paling depan diantara yang lain. Kami sempat sedikit pesimis akan mendapat sunset yang bagus. Bagaimana tidak? Saat kami berada di atas jembatan layang Janti, matahari sudah hampir menenggelamkan diri. Warna oranye mulai nampak jelas di langit barat. 

Saat tiba di depan Ambarukmo Plaza, tanpa piker panjang Dani langsung memarkirkan motor di depannya. Teman-teman saya yang lain  mengikuti mencari tempat parkir yang pas dan bersama berlari menuju roof top Amplaz. 

Dan…. Tara!!!!!

Suatu senja di Roof Top Ambarukmo Plaza, Jogjakarta.

Atas: Aldo, Yusron, Todi, Azkay, Dani, Roma (yg digendong)
Bawah: Bari, Stella, Febi, Novi, Sadida, Dinta.



Kami belum ketinggalan sunsetnya, kami masih dapat menikmati bagaimana cahaya yang tadinya oranye muda bertemu dengan bekas hujan atau entahlah apa. Langit menggelap berwana keunguan bercampur dengan oranye. Meski sederhana, hanya di atas Roof-top Ambarukmo Plaza. Tapi bahagia : )


Saya merindukan hal-hal gila tanpa gengsi seperti ini. Hal-hal sederhana tapi penuh makna semacam ini. Sangat merindukan dunia mimpi saya yang terkadang membuat saya enggan bangun dan meneruskan perjalanan dalam realita. Menjadi mahasiswa.

Tapi saya harus terus bejalan…



Akhir Desember 2012, Roof Top Ambarukmo Plaza.


Terima kasih Kuntoadi Haryo Dewantoro & Novitasari Linda C untuk ajakannya. Terima kasih Azka Aditya untuk fotonya. Terima kasih untuk segala kegilaan yang telah tercipta: Sadida Fatin Aruni, Stella Nadya Arvita, Maria Adinta K, Febria Noor F, Irham Ahmad Yusron, harpujiasto Dani K, Benedictus Aldo Cahya A & Romadhani Bayu Kusuma. 

6 comments:

  1. kalo ada (like) nya.. aku pertamax :)) :""

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya ini blogger kak, bukan wordpress jadinya ngga ada like-nya. Adanya recommend this on google. Haha. Terima kasih sudah mampir dan ngomen. :p Kapan-kapan kita berdua berburu sunset ya! *nambah wacana*

      Delete
  2. Yang ini juga nggak suka, Bar.

    ReplyDelete
  3. ternyata aku baru sadar kalau itu terakhir kalinya bisa foto di roof top ambarukmo. sekarang udah nggakbisa lagi yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kok Feb di arah jalan sblm ke masjid, tapi emang gak segede dan seoke kmrn space buat fotonyaaa. Kamu posting2 cerita di Malaysia donggg

      Delete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)