Tuesday, 19 November 2013

Bermalam di Gunung Api Purba, Nglanggeran



Nglanggeran


19 Oktober 2013.
Jam setengah Sembilan malam saya sudah mulai merasa ngantuk. Sebelum ketiduran, saya menyempatkan mengirim pesan singkat untuk Azka Aditya yang pada hari itu sedang berulang tahun ke sembilan belas. Kurang dari lima menit setelah pesan saya terkirim, ada telepon masuk. Ternyata itu Azka. Dan apa kelakuannya…..( -__-) dia seenaknya mengajak saya malam itu juga untuk ikut bersama dia, Yusron dan satu teman Yusron ke Nglanggeran. Ajakan yang ditujukan semi memaksa, saya pun bertanya teman Yusron itu perempuan atau laki-laki, spontan Azka menjawab kalau teman Yusron itu perempuan. Karena saya tidak tega kalau temannya Yusron perempuan sendirian, saya izin pada ibu dan bapak saya. Dengan alasan mau menemani teman saya yang perempuan sendiri. Walau sebenarnya saya sendiri juga sedang butuh hiburan hehehe

Lima puluh menit kemudian mereka tiba di depan rumah saya, dan saya bertanya: "Loh mana ceweknya? Katanya temennya Yusron cewek?"
Azka ketawa saudara-saudara-_- dan ternyata Azka dan Yusron menipu saya seenaknya. Karena menurutnya kalau bilang temannya Yusron laki-laki saya tidak akan mau ikut pergi bersama mereka. Okelah, karena sudah terlanjur izin, terlanjur keluar, terlanjur ganti, dan terlanjur senang bias pergi jadinya ya tetap berangkat. Gilanya teman-teman saya yang seenaknya jam setengah Sembilan malam mengajak dan setengah sepuluh sudah ada di depan rumah. Ampuni mereka Ya Allah…..


Tuesday, 5 November 2013

#MenulisMuharram: Pakaian Shalat



pict from: http://jualmukenamurah.blogdetik.com/

Di Indonesia, sebagian umat muslim mengenal mukena atau rukuh sebagai pakaian shalat. Setahu saya ada tiga macam mukena, yang pertama satu potong terusan, yang kedua mukena yang misah atau terdiri dari atasan dan bawahan, terakhir mukena yang menutup dari leher hingga kaki (biasanya digunakan oleh perempuan yang berjilbab). Setahu saya dalam islam tidak ada aturan terperinci busana seperti apa yang harus dikenakan ketika shalat, tetapi islam mengharuskan busana itu hendaknya rapi, menutup aurat dan terbebas dari najis.

Istilah mukena sepertinya hanya dikenal di Indonesia dan Malaysia saja, menurut cerita beberapa saudara yang pernah ke tanah suci sih umat muslim dari Negara lain biasanya mengenakan baju biasa yang rapi, panjang, menutup aurat dan tidak membentuk lengkuk tubuh. Bentuknya kurang lebih seperti jubah atau gamis panjang. Memang berbeda ya, masih banyak orang Indonesia memakai mukena dan pakaian yang memenuhi syariat (menutup aurat) hanya ketika shalat saja, kalau tidak shalat tetap memakai celana ketat, rambut terurai, tidak memakai kaos kaki dan sebagainya. Dan sedihnya saya masih termasuk dalam kategori kebanyakan orang Indonesia, berjilbab tapi belum sepenuhnya memenuhi syariat.

Menurut pendapat Ibnu Taimiyyah, “Seluruh tubuh wanita merdeka itu aurat (di dalam shalatnya) kecuali bagian tubuh yang biasa nampakdarinya ketika di dalam rumahnya, yaitu wajah, dua telapak tangan dan telapak kaki. “ Saat ini, mukena yang beredar tidak semuanya mengacu pada pendapat tersebut. Masih sering dijumpai perempuan menunaikan shalat dengan menggunakan mukena transparan dengan bahan yang tipis, sehingga lekuk tubuh dan rambut panjang masih dapat terlihat, itu berarti auratnya masih terlihat. Tidak sesuai bukan dengan yang diharuskan dalam islam?


Selanjutnya pilihan diri sendiri… tetap berpakaian biasa-biasa saja dan hanya menutup aturan sesuai syariat ketika shalat saja atau mengenakan pakaian sesuai syariat dalam keseharian layaknya ketika kita sedang shalat. Bukan pakai mukena setiap saat, maksudnya berpakaian sebagaimana seharusnya menutup aurat dalam syariat. Doanya aja untuk yang nulis dan yang baca, semoga kita semua bisa mematuhi perintah-Nya tanpa pilih-pilih dan tanpa tapi. Termasuk dalam hal menutup aurat. Dan bagi yang sudah, semoga tetap istiqomah. Mari saling mendoakan!

Salam,

Semoga bermanfaat : )

nb: mohon dikoreksi apabila saya salah. terima kasih

Monday, 4 November 2013

butuh realisasi

Kemarin saya baru saja ikut Bapak saya reuni dengan teman-teman kuliahnya.
Tidak terasa Bapak sudah lulus sarjana hampir empat puluh tahun lamanya.
Sudah hampir mengakhiri usia kerja.

Kurang lebih dua tahun lagi Bapak sudah purna.
Sudah berapa banyak murid ya yang berhasil buat Bapak bangga?
Telah lulus sarjana dari perguruan tinggi ternama.
Menggapai cita-cita di berbagai belahan Indonesia atau bahkan dunia.
Sudah beberapa kali Bapak bercerita akan muridnya dengan senyum bahagia.

Dulu, saya sering berbicara pada diri saya.
Suatu hari nanti saya akan sebesar murid Bapak.
Saya juga akan membuat Bapak tersenyum seperti mereka semua.
Dan kini…. Saya sudah melebihi usia mereka.
Sudah mahasiswi.

Ada kecamuk tersendiri dalam hati.
Rasanya sakit sekali ketika menyadari…
Bapak belum bisa dibanggakan oleh putrinya sendiri.
Betapa cemburunya diri ini dengan murid-murid Bapak tadi.

Tiba-tiba tidak tahu harus menulis apalagi…..
Cuma berharap,

Semoga yang nulis segera membuat realisasi.

sunrise mt bromo

04:30 am. Bromo. 2393 mdpl


dari Penanjakan


Lini masa sunrise

Best sunrise I`ve ever seen.

Sunrise.
Bromo (2393mdpl), 3 November 2013.