Sunday, 14 December 2014

Oct







Semacam.... kegiatan rutin bulan Oktober. Setiap tahunnya, di akhir Oktober kami pergi ke suatu tempat yang identik dengan panorama alam. Lalu, akan ada dimana kami Oktober 2015 nanti?
Apa akan ada lagi pergi-pergi insidental macam ini?
Nggak ada yang tahu pasti.
Huihi.

***

Rupanya Desember telah memasuki pekan kedua. Tahun sudah hampir berganti.
Yuk mari jalan-jalan sebelum tahun baru nanti!
*sama siapa* *mau kemana*
*cek tabungan*


".........."

Tuesday, 9 December 2014

Chimera

You had your dreams, I had mine 
You had your fears, I was fine 
Showed me what I couldn't find 
When two different worlds collide
Demi Lovato, Two Worlds Collide

Me and the other side of me. Myself and another version of myself. We seem quite different, but we were in the same soul and body.

Let's wait and see, what will happen in the next step(s). In this case, will the universe conspires in helping me to achieve what I strive for? I do not know. Like Sherina said in her song, only God knows how tomorrow will be like for you and for my life.

Expect less.
Que sera, sera. What will be, will be.
Everything that had been planned for you will be given to you. Destiny will never be wrong.

Thursday, 13 November 2014

Before You Speak, THINK!

(source: lifeandgrace)

Every good speech is sadaqah. (HR Bukhari)
Control our words or just stay silent. It is not easy,  but I believe everyone can do it if they want and try.
Now the choice is yours.

Monday, 3 November 2014

Refleksi

Perbedaan adalah hal yang biasa dalam hidup. Keberadaannya menimbulkan beragam warna dan macam selera, kegemaran hingga kebiasaan. Misalnya saja saya suka biru, kamu suka abu-abu, dia suka merah dan mereka suka hitam. Saya yang pemalas, kamu yang rajin, dia teledor dan mereka yang penuh dengan amarah. Unik sekali. Bagiku, setiap rentang perbedaan di dunia ini diciptakan Tuhan bukan untuk dicaci, melainkan untuk dihargai dan dimengerti.

Sesungguhnya kita tidak boleh mencaci pergaulan orang seburuk apapun lingkungan dan perilakunya. Kita justru harus bersyukur karena tidak terjerumus seperti mereka. Akan lebih baik lagi, apabila kita turut mendoakan orang-orang itu agar dituntun ke arah yang lebih baik.

Kita seharusnya bersyukur akan kemampuan, pengetahuan serta harapan yang ada dalam diri kita. Tidak boleh sedikitpun kita merendahkan satu sama lain, merasa lebih baik ataupun pelit. Karena pada dasarnya segala kelebihan dan anugerah yang dipunya oleh setiap diri adalah pemberian dari-Nya. Dia dapat mengambilnya kapan saja, Dia juga mampu membalikkan keadaan sesuai kehendak-Nya.

Setiap orang punya ciri khasnya masing-masing, terutama dalam mengekspresikan perasaan. Ada yang senang menunjukkannya lewat lagu, tulisan, hingga menceritakan. Dalam bercerita dan menunjukkan kegemaran pun berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Apabila kamu pernah merasa ataupun sudah tau akan apa yang disampaikan oleh lawan bicaramu, jagalah perasaan mereka. Pintar-pintarlah menghargai perasaan si pencerita. Kita tidak pernah tahu kan kalau hal yang biasa untuk kita, bisa saja menjadi hal yang luar biasa untuk dia. And vice versa.

Monday, 27 October 2014

#HariBloggerNasional

Katanya, hari ini adalah #HariBloggerNasional. Mumpung tugas-tugas saya sudah menipis, dan saya sedang ingin rehat sejenak dari belenggu akademik perkuliahan... Saya ingin meramaikan posting tentang Hari Blogger Nasional.

Blog ini saya buat pada tahun 2009, saat itu untuk memenuhi tugas pelajaran TIK waktu SMP. Masih ada posting-posting random ketika awal-awal menggunakan blog, yang mana masih sedemikian rupa. Sudah lima tahun menjadi blogger abal-abal, saya merasakan bahwa menulis itu memang merupakan sebuah proses. Menulis itu bukan sesuatu yang instan. Saya rasa ini berlaku untuk banyak blogger. Kalau tidak percaya, coba perhatikan saja para blogger aktif. Baca posting mereka dari tahun ke tahun, saya yakin kamu akan menemukan perbedaan. Kamu akan melihat proses dan perkembangan gaya bahasa maupun penyusunan kalimatnya.

Dari tahun 2009-2014, memang ada beberapa posting yang saya hapus dari tampilan. Banyak pertimbangan kenapa saya menghapusnya. Misalnya ada foto saya ketika tidak menggunakan jilbab, ada kata-kata yang seharusnya tidak dikeluarkan, dan...ada posting yang menyebabkan salah paham. Alasan yang terakhir ini aneh dan nyata.

Saya pernah kena masalah hanya karena curahan hati iseng-iseng. Memang sih, saya terkadang menjadikan blog sebagai salah satu media katarsis, jadi kalau ada postingan tersirat semi curhat itu sesuatu yang lumrah. Kalau ada orang yang tahu apa yang saya maksud, itu bukan masalah bagi saya. Masalahnya buat yang baca dan tau dong :p Waktu itu viewer blog saya pada posting itu meningkat tajam. Mungkin curahan hati saya ketika itu dianggap salah. Padahal saya merasa kalau saya tidak melanggar norma apapun, saya juga tidak membeberkan rahasia apapun.

Ketika itu saya merasa, bahwa saya sudah meminimalisir fakta dibalik kalimat saya. Saya sudah membiaskannya sejauh mungkin. Saya juga tidak mengungkapkan curahan hati saya secara gamblang. Sama sekali. Bahkan sesaat sebelum saya menghapus posting saya saat itu, sempat saya meminta salah seorang teman dekat saya untuk membacanya. Kemudian saya bertanya, "Menurutmu, ini maksudnya apa? Kamu ngerti nggak apa yang aku maksud ditulisan ini?". Teman saya membaca, kemudian menggeleng. Dia hanya menjawab, "Aku nggak tau, Bar maksudnya apa. Cuma sepenangkapanku sih kamu trauma sama sesuatu yang bikin kamu pingin cepet-cepet skip."

Saya tetap menghapusnya. Saat itu, saya nggak mau memperburuk keadaan. Saya tidak bermaksud untuk menyalahkan siapapun atau pihak manapun. Yang saya ingin tekankan adalah, persepsi setiap orang dalam memandang sebuah tulisan itu berbeda. Pendirian orang pun juga berbeda-beda, ada yang mudah terprofokasi dan ada yang tidak. Karena ketika itu saya merasa ada profokasi dari pihak tertentu yang menggemborkan tulisan saya dalam satu malam. Tenang saja, itu nggak salah kok. Menurut saya, kejadian tersebut merupakan salah satu sarana pendewasaan bagi para pelaku. Begitu juga dengan saya.

Saya jadi belajar sabar yang sebenarnya itu bagaimana, ngerem amarah itu betapa susahnya, dan yang paling penting diam. Diam itu memang emas untuk hal-hal macam ini. Karena waktu yang akan menjawab bagaimana sosok-sosok yang ada di sekitar secara sebenar-benarnya. Termasuk saya, karena saya terbukti labil. Pada masa itu saya masih benar-benar remaja ABG yang menjadikan dunia maya sebagai media katarsis. Dimana saya merasa bebas untuk mengekspos emosi saya.

Biarlah kejadian-kejadian lucu hingga sendu yang tercipta dari postingan sadar saya di konten ini menjadi pelajaran berharga. Menjadi salah satu cerita seru untuk suami dan anak-anak di masa depan. Menjadi sebuah pelajaran berharga yang tidak tergantikan. Karena... menyeramkan. Kalau ada yang tersinggung, mohon dimaafkan. :p

Ini ceritaku. Mana ceritamu?

---

Semoga kedepannya akan ada tulisan-tulisan yang lebih bermutu dan bermanfaat bagi para blog walker dan followers di blog ini. Semoga pemiliknya juga bisa konsisten untuk terus berproses dan belajar. Selamat Hari Blogger Nasional!


p.s: saya tidak bermaksud melukai pihak manapun, hanya ingin menolak lupa saja. siapa tau pengalamannya bisa dijadikan pelajaran untuk yang baca. mohon maaf jika ada yang tersinggung :)

Monday, 22 September 2014

Second Year

Hari ini telah memasuki minggu ke tiga bulan September. Itu artinya, kegiatan perkuliahan saya di tahun yang ke dua akan segera dimulai. Rutinitas ngelaju membelah Jogja dan rentetan kewajiban kuliah siap menanti di depan mata.

Tahun ajaran baru, semester baru. Tentunya; semangat baru juga.

Waktu berjalan lebih cepat dari yang kita bayangkan. Siapa sangka ini sudah tahun kedua saya kuliah, artinya kalau saya ingin lulus tepat waktu 4tahun, waktu saya hanya tinggal 3 tahun lagi. Masih begitu banyak target yang belum saya capai, sedang waktu yang saya punya tidak banyak. Saya nggak mau hanya jadi sarjana yang asal lulus dengan nilai baik saja tanpa dibumbui pengalaman berharga di dalamnya.


Masih ada waktu, masih banyak kesempatan, dan harapan saya masih terus membentang. Percikan semangat dan mimpi ini, mencari celah untuk mengobarkan gemerlapnya. Biarlah beruntun kegagalan yang telah lalu menjadi pelajaran untuk lebih berani dan berhati-hati dalam melangkah. Saya tidak lagi takut gagal, tahun kedua ini saya akan lebih banyak mencoba dibanding kemarin. Tentunya, dengan lebih menyertakan Dia dalam setiap langkah yang saya ambil. Kalau kata Hijab Alila, ketika satu pintu tertutup akan ada pintu lain yang terbuka. Allah bersama orang-orang yang terus berusaha. Besar harapan, dipostingnya tulisan ini membuat semangat yang nulis lebih terpacu (syukur-syukur yang baca juga).

Semester tiga akan menjadi semester seru. Dua mata kuliah dengan 4sks, praktikum yang berbeda, jadwal lebih padat dan tentunya pelajaran yang akan jauh lebih menyenangkan. Semester dengan target baru. Berusaha lebih bijak dalam hal manajemen waktu. Semester yang tidak akan saya sia-siakan begitu saja.

Bahagia bisa bertemu denganmu; selamat datang semester tiga. :)

Wednesday, 10 September 2014

Wonderful Museum: Museum Konperensi Asia Afrika


source: http://palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/

Masih ingat pelajaran sejarah SMA? Gedung ini adalah salah satu saksi sejarah yang tertera dalam materi sejarah yang kita pelajari waktu SMA, Konferensi Asia Afrika. Inilah Museum Konperensi Asia Afrika, terletak di Jalan Asia Afrika 65 Bandung. Lokasinya yang berada di tengah kota Bandung membuat saya tidak heran apabila lalu lintas jalan di sini sangatlah padat, meskipun jalannya satu arah. Selain bersebelahan persis dengan Gedung Merdeka, museum ini juga tidak jauh dari Jalan Braga, Monumen Bandung Lautan Api (yang letaknya di Jalan Otto Iskandardinata *cmiiw ya*) dan Stasiun Bandung.

Thursday, 4 September 2014

Dibalik Tanpa Suara

Dua hari yang lalu, salah seorang teman saya harus kembali ke Malaysia karena liburannya sudah selesai. Saya ikut mengantarnya ke Bandara. Ketika teman saya sedang check in, saya diajak ngobrol oleh Ayahnya. Hanya berawal dari bertanya nama dan di mana saya kuliah hingga pada akhirnya merembet ke topik makna hidup.

Satu hal yang paling saya ingat, yaitu cerita beliau ketika bertemu dengan tuna netra. Beliau bilang, kalau tuna netra itu sebenarnya beruntung dan mempunyai kenikmatan yang besar. Kenapa? Sadar atau tidak, bahwasannya banyak zina dan kemaksiatan yang bersumber dari mata. Dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk melihat, Tuhan ingin melindungi dia dari kemaksiatan yang bersumber dari pengihatan. Di akhirat kelak sang mata tidak perlu memberi kesaksian akan dosa yang diperolehnya.

--

Hari ini, saya dapat bonus pelajaran lagi. Alhamdulillah.
Kebetulan sudah hampir tiga minggu saya mengisi liburan dengan ikut volunteering di Festival Kesenian Yogyakarta. Tadi, divisi saya mengadakan lomba melukis untuk remaja yang pesertanya beragam. Beberapa diantara mereka adalah anak dengan kebutuhan khusus.

Tuesday, 2 September 2014

Mel

Aku bakal kangen.....
"Bariiiii, ayo belajar bareng :]"
"Sesuk ujian praktek perancis aku raiso opo2 bar"
"Bar, aku raiso turu ki"
"Besuk ngerjain lukisannya pulang sekolah aja"
"Bariiiii semangat! :] -Mely-"
"Bar kenapa ya kalo aku baca Al Quran bisa sampe nangis? Padahal aku gatau artinya"
"Bariiii ibuku nanyain kamu kok udah gak pernah main lagi. Apa kabar? Baik to bar?"
"Bar, ini bapakku telepon minta ngomong sama temenku. Nih kamu ngomong ya"
"Yowis nginep omahmu wae bar, tak sms ibuku sik"
"Waduh, aku telat krsan ki bar. Mosok aku muk iso jupuk sks sitik, tak kira ki isih iso. Njuk kapan luluse bar nek koyo ngene. Pie iki bar, ayo terke ning omahe kancaku cedak mandala krida"
"Koe nek meh ngucapke aku ulang tahun ki ucapke wae-___-"
"Bariiiii kamu apa kabar? Besuk September pertengahan aku mau naik Lawu sama temen-temen kuliah. Seneng banget bar akhirnya diijinin naik gunung. Kamu gimana bar?"
"Bar aku tak nggulung-nggulung sek yo~"
"Ngekek"

......masih banyak lagi.



Tuesday, 19 August 2014

Petualangan ala Sherina ke Observatorium Bosscha


Matahari bersinar terang
Seolah tersenyum senang
Walau panas menyengat
Kami tetap gembira 
Daun-daun bergerak riang
Seiring dengan langkahku
Bebas berlari berkejaran
Bersama kawan tersayang 

Masih ingat film Petualangan Sherina yang booming tahun 2000 kan? Kalau kamu ingat, pastilah ingat dengan tempat yang satu ini: Yak, Observatorium Bosscha!

Bosscha kala mendung.

"It pains me to say this, Colin, but if you wish to continue to grow intellectually, you need to work harder right now than you ever have before. Otherwise, you risk wasting your potential."

"Technically, I think I might have already wasted it."

John Green, An Abundance of Katherines

Sunday, 10 August 2014

Nglanggeran dan Embungnya

Sok2an bikin cover2an abal2 wkwk.
Daun-daun
Tentukan puncak mana yang ingin kamu daki *ea*
Puncak sebelah Utara nampak dari Puncak Selatan.
Pemandangan sekitar Embung dari Puncak Utara
Puncak Utara
Embung Nglanggeran

Berawal chat semi-dadakan Salsa yang pingin diajak ke Nglanggeran. Merembet jadi ajak mengajak sedapatnya, dilanjutkan menodong Didin B suruh ikut *maafkan kami Din* hingga pengumuman mendadak di grup Esluha 2007.
Biaya masuk cukup dengan Rp 7000,00 sudah termasuk parkir. Mendaki hingga ke puncak pun tidak memelukan waktu yang lama, hanya 1,5 jam saja. Yang baru dari Nglanggeran kini ada penjual es di atas! Ibu-ibu berkerudung ini berjualan es kelapa muda dan es cendol dengan harga Rp 5000,00. Selain itu, ada makanan pengganjal perut seperti arem-arem dan sebagainya. Wuih buat yang kelaparan bisa mampir nih! :D
Rute Nglanggeran, bisa dibaca di sini.

Foto di atas kebanyakan diambil oleh Didin B dengan kamera Atina.

Salam jalan-jalan,















8 of 126 Esluha 2007.

Wednesday, 30 July 2014

Lelah

Kamu berjalan, lalu tersandung.
Mencoba berlari, dan terjatuh.
Mendaki pun, tertimbun lapisan tanah yg runtuh.
Berdiri lagi dgn banyak luka di kaki.
Jalan terseok seok.

Sebenarnya..
Kamu hanya butuh duduk.
Kamu butuh diam.
Kamu lelah.

Kamu butuh jeda.
Berhentilah sejenak,duduklah,
duduk yg lama.
Bersama cermin, mari bercengkrama.

Tuesday, 29 July 2014

Awan mendung di langit, petir menyambar.
Hujan turun. Deras sekali.

Aku berlari, berusaha mengetuk pintu.
Namun tak didengar.
Aku mencoba,  lebih keras lagi.
Tetap tak didengar.

Kudorong perlahan,
Dan aku tersadar. Pintunya tidak dikunci.
Memang harusnya kubuka sendiri.

Hari tlah berganti.
Selamat Idul Fitri.

:)

Friday, 25 July 2014

The world is not a wish-granting factory.      -Augustus Waters

Sunday, 1 June 2014

Benteng Pertahanan


Benteng adalah bangunan yang identik dengan militer dan biasa digunakan untuk bertahan dari serangan musuh. Keberadaan benteng yang kokoh nan tinggi diharapkan bisa menjaga daerah kerajaan yang dikelilinginya dari mara bahaya. Dengan harapan, lawan tidak dapat menembus daerah kerajaan dengan mudah. 

Layaknya sebuah bangunan, semakin kokoh fondasinya, semakin baik dan kokoh pula benteng yang berdiri di atasnya. Bangunan tersebut tak akan mudah runtuh meski terguncang gempa, tertiup angin kencang maupun dipukul-pukul dengan senjata penghancur. Terlebih lagi, bila pada benteng pertahanan tersebut diberi tanaman merambat yang menutupi kulit luar dan gerbang benteng. Siapapun yang mendekat harus memangkas tanaman itu sebelum membuka gerbang.

Dari deskripsi di atas sudah jelas, bahwa mendirikan sebuah benteng bukanlah hal yang mudah. Terlebih menjaganya agar dapat bertahan dengan sempurna. Menjaga bagian luarnya dengan tanaman hijau merambat agar tetap tumbuh subur dan tidak mati. Terlebih menjaga gerbang masuk supaya tetap rapat terkunci.

Kesempurnaan pertahanan akan tercapai ketika tanaman hijau merambat lebat menutupi gerbang masuk dan badan benteng. Dengan begitu, diharapkan tidak sembarang orang dapat menembusnya secara cuma-cuma ataupun memaksa.

Friday, 23 May 2014

Do you?

Every man has reminiscenes which he would not tell to everyone but only to his friends. He has other matters in his mind which he wouldn't reveal even to his friends, and that in secret. But there are other things which a man is afraid to tell even to himself, and every decent man has a number of such things stored away in his mind. 
Fyodor Dostoevsky, Notes from Underground 

Monday, 19 May 2014

Ucapan Untuk Intan

” Good friends are like stars, you don’t always see them but you know they’re always there .”
- Old saying

***
Teruntuk sahabat kecilku;
Intan Nuria Maharani

Intan,
masih ingatkah kamu?
Lima belas tahun lalu kita masih senang-senangnya jadi anak-anak. Bermain ayunan bersama, menguras kolam renang TK, drama-drama-an Petualangan Sherina--Putri Hwang Tzu dan hal menyenangkan lainnya. Masa di mana setiap 16 Februari dan 19 Mei, kamu dan Putri mengingatkan aku untuk menambahkan sapaan "mbak" dalam menyebut nama kalian.
Hari kelulusan tiba.
Aku, kamu dan Putri tampil menarikan tarian A-BA-TA. Aku memegang huruf A, kamu huruf BA sedang Putri yang memegang huruf TA. Semua berjalan sebegitu cepatnya, kita harus berpisah. Bukan, bukan kita, melainkan aku, dan kalian. Kamu dan Putri tetap pada almamater yang sama, sedangkan aku… sendiri tanpa kalian. Aku harus mencari teman-teman baru, beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
-
Intan,
aku masih ingat.
Saat duduk di kelas 3 SD, kamu menelponku. Kamu menanyakan bagaimana hari-hariku dan apakah rambutku masih keriting. Kita ngobrol banyak kan Tan waktu itu? Kamu bilang, kamu dapat nomor rumah nenekku dari data buku tahunan TK yang ternyata aku tidak mendapatkannya.
Setelah kamu menutup telepon, tanteku bilang padaku jikalau sebelumnya hampir setiap hari kamu menelponku. Tetapi, aku sedang tidak berada disitu karena itu rumah nenekku. Betapa senangnya aku saat itu, Tan. Aku sempat menyesal. Kenapa aku tidak meminta nomormu agar bisa kutelepon jika sewaktu-waktu aku rindu. Atau memberitahumu nomor hp bapakku. Ah, betapa bodohnya aku.
Semua cerita itu.. sebelum kita benar-benar tak berkontak. Tidak lama setelah itu telepon rumah nenekku rusak. Terputuslah kontak. Satu pertanyaan dalam benakku saat itu: Apa kamu menelponku lagi, Tan?
-
Intan,
apa kamu juga ingat?
Lima tahun lalu aku mencarimu, mencoba menghubungimu, mengirim pesan ke nomor ponselmu dan menelponmu. Saat itu, kita berada di bangku kelas 3 SMP bukan? Kita sama-sama mendambakan berada di almamater yang sama untuk melanjutkan SMA. Tapi… sayangnya hanya aku yang berada di sana, sedangkan kamu akhirnya melanjutkan ke tempat yang berjarak 2-3 km dari aku. Beberapa kali kita berbicara dalam telepon hingga membuat rencana berjumpa yang selalu berakhir dengan wacana.

Friday, 9 May 2014

Another Random Post(s)

Sadar atau tidak,
perkataan dan perlakuan kalian sepuluh tahun lalu, telah membentuk aku yang sekarang. Perkataan dan perlakuan kalian terhadapku hari ini pun akan membentuk diriku di sepuluh tahun lagi.

Untuk itu, aku ingin berterima kasih atas segala kata yang pernah terlontar dan perlakuan yang telah kalian berikan. Terima kasih atas bangunan tahan tempaan buatan kalian.

Semoga, semakin besar hal yang kalian serukan semakin bertambah pula kemampuan untuk bertahan. Dan aku tidak perlu lagi mempertanyakan apa sebenarnya yang disebut dengan kebenaran. Karena kebenaran yang mutlak hanyalah dimata Tuhan.

Sunday, 4 May 2014

Tentang Sebuah Nilai


Belum lama ini saya baru saja menjalani pergantian semester, dari semester ganjil ke semester genap. Sudah menjadi hal yang wajar dari zaman SD hingga sekarang, bahwa pergantian semester identik dengan keluarnya nilai hasil belajar. Tidak jarang terlihat gurat wajah kesedihan dari beberapa orang dikarenakan hasil yang keluar tidak sesuai dengan usaha dan harapan. Begitu pula sebaliknya.

Dalam belajar setiap orang mempunyai cara dan gayanya masing-masing. Ada yang senang belajar sendiri, ada juga yang senang belajar kelompok dan lain sebagainya. Tidak jauh berbeda dengan belajar, setiap orang pun punya target nilai yang berbeda dan itu tergantung dengan apa yang ingin dicapainya. Sangat tidak bisa dibanding antara target orang yang satu dengan yang lain.

Lain target, lain pula kapasitas usaha. Orang yang realistis biasanya kalau punya target tinggi, kapasitas usahanya juga semakin tinggi. Untuk yang targetnya tinggi, tapi usahanya biasa-biasa aja sih... beda cerita. Karena memang begitu kebanyakan manusia, termasuk saya kadang-kadang juga begitu hehehe.

Selanjutnya: hasil. Ini adalah yang tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Bisa saja seseorang sudah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi hasil yang ia peroleh tidak sesuai dengan target. Sakit, memang. Tapi inilah hidup. Bukan selalu tentang apa yang kamu mau, tapi terkadang tentang bagaimana kamu menerima dan mengelola rasa kecewamu.

Friday, 25 April 2014

Mengejar Matahari Terbit: Punthuk Setumbu

AND FINALLY!
....here we go.
Punthuk Setumbu. Adalah sebuah bukit yang terletak 4 kilometer di sebelah Barat Candi Borobudur. Sunrise Setumbu sudah tidak asing lagi bagi para wisatawan, baik domestik maupun wisatawan asing. Pemandangannya pun tak diragukan lagi. Kita bisa melihat matahari menampakkan diri ditambah dengan Gunung Merbabu Merapi yang membentang tinggi dan stupa Borobudur yang nampak kecil sekali.
Selebihnya dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini...

before sunrise.


Mengejar Matahari Terbit


Jadi, Jum'at malam.
Semua berawal dari ajakan dadakan Wira'i pukul sembilan malam, ketika saya dan Novi sedang mengerjakan tugas bersama. Pertamanya hanya berempat: saya, Wira'i, Novi dan Bagas (tetangga Wira'i). Kemudian Azka dan Sadida juga ikut, menambah suara tawa dan canda. :D

Kami berangkat dari Jogjakarta dikala pagi buta, jalanan masih sangat sepi. Tentu saja sudah dapat dipastikan apa yang kami cari: pemandangan munculnya matahari. Sunrise. 
Jemput menjemput, tunggu menunggu, mencaci maki, hingga misuh misuh antara Azka dan Wira'i nampaknya merupakan hal yang sangat wajar bagi kami. Hingga setelah satu jam lebih perjalanan, kami tiba di sini...


Best buddies.
Escape mate. Wqwq.
Ke mana sebenarnya kami? Baca lanjutan post yang satu ini! :>

Sunday, 20 April 2014

Kesempatan by Kurniawan Gunadi

Setiap orang yang lahir di dunia ini memiliki kesempatan yang berbeda, dalam banyak hal. Dan sungguh, sangat tidak bijaksana jika kita saling membandingkan dan mengukur kesempatan orang lain dengan kesempatan yang kita miliki.

Ada orang yang memiliki kesempatan sekolah di kampus besar, kampus terbaik di negeri ini. Sering bertemu dengan orang penting sekelas menteri atau seorang tokoh yang kemudian mengisi kuliah umum. Hingga pada akhirnya, bertemu dengan orang sekelas tersebut rasanya biasa-biasa saja. Sungguh, tidak bagi teman kita yang lain. Kesempatan seperti itu mungkin belum pernah dia temui. Dia tidak memiliki akses untuk itu, untuk bertemu dengan para tokoh penting di negeri ini. Sekalinya bertemu, perasaan bahagianya begitu meluap dan kita memandangnya begitu heran, terkesan ‘norak’. Sekali lagi, sungguh tidak bijaksana bila kita membandingkan kesempatan.

Ada orang yang memiliki kesempatan untuk sekolah di luar negeri. Di kampus terpilih dan gratis. Sempat berkeliling di negara-negara sekitarnya. Mungkin, kita adalah orang yang tidak memiliki kesempatan itu sebab keterbatasan kita. Entah itu akses, atau nilai akademis kita yang tidak memenuhi. Rasanya, begitu membanggakan bisa berfoto di padang salju atau di bangunan landmark negara-negara itu. Lalu, kita mulai membandingkan kesempatan yang kita miliki dengan mereka. Rasanya sedih sekali, saat itu sesungguhnya kita sedang tidak adil pada diri sendiri. Sungguh, di dunia ini kesempatan setiap orang tidaklah sama.

Apakah kesempatan itu bisa diciptakan? Atau ia datang tanpa kita tahu kapan datangnya. Aku sendiri tidak tahu. Hanya saja, semua hal mungkin terjadi sejauh manusia mau mengusahakannya.

Kesempatan yang kita miliki saat ini, lihatlah dengan lebih teliti. Apakah kita mengambilnya dan berperan baik di sana atau justru hanya melihat atau menyesali dan sibuk membandingkan dengan kesempatan orang lain. Atau jika kita sedang memiliki kesempatan besar lalu begitu rendah memandang orang lain yang tidak memiliki kesempatan sebaik kita.

Kesempatan dalam banyak hal, tidak hanya masalah sekolah. Tapi juga karir dan pekerjaan, teman yang luar biasa, jaringan yang luas, akses ke luar negeri yang mudah, apapun itu.

Semakin pandai kita menempatkan diri dalam hidup ini. Semakin pandai kita mensyukuri pemberian-Nya, maka Dia akan menambahkan nikmat yang lebih. Dan sungguh, kenikmatan yang menurut saya paling menyenangkan adalah ketenangan hati. Hilangnya resah dan kekhawatiran :)

Kita tidak perlu lagi khawatir pada kesempatan kita yang berbeda. Tidak lagi sibuk mengukur hidup sendiri dengan orang lain dan dibuat resah karenanya. Hidup kita adalah yang terbaik untuk kita. Kesempatan kita adalah kesempatan yang terbaik untuk kita.
Rumah, 19 April 2014 | (c)kurniawangunadi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Que sera sera. What will be, will be.

Monday, 14 April 2014

Menulislah untuk Menolak Lupa


Aku pelupa. Makanya aku menulis. Supaya dengan membaca apa yang aku tulis, aku bisa mengingat apa yang pernah aku pikirkan, apa yang pernah aku lakukan apa yang pernah aku lihat, aku dengar dan aku rasakan. Aku pelupa. Mungkin karena aku tidak suka mengingat.
Membaca membuatku ingat, ingin mengingat, terlebih ingin belajar dari apa yang telah aku ingat, ingin lebih bersyukur lagi karena aku diberikan daya ingat. Aku pelupa. Mungkin aku pelupa yang tidak terlupakan, sebab aku tidak pernah lupa aku pelupa. Aku pelupa. Jika ada yang kau ingat dari kebaikanku, tolong ingatkan aku! Aku pelupa. 
-Zarry Hendrik
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 
-Pramodya Ananta Toer 


Untuk siapapun, yuk mari mulai menulis. Kalau lagi bingung, sedih, senang, susah, haru biru dan segala perasaan yang kamu rasa menggebu dalam dirimu...tuliskanlah. Meski cuma dalam buku harian yang artinya untuk konsumsi pribadi, di note ponsel, di blog atau di manapun yang penting ditulis. Tulis semua itu saat sedang "berapi-api", saat perasaan itu masih benar-benar "kental". Jangan sampai kelewatan, karena perasaan nggak akan pernah hadir dengan persis sama. Untuk itu, tuliskanlah selagi kamu merasakannya.

Semua tulisan yang kamu buat bisa dijadikan kenang-kenangan ketika dewasa nanti. Betapa fase hidup itu ada polanya, ada naik turunnya. Begitu pula proses pergulatan emosi beserta cara dalam menyikapinya. Bisa juga dijadikan penolak lupa akan kejadian-kejadian yang bahkan kamu sendiri sulit untuk mengingatnya. Syukur-syukur beberapa bisa dipost di blog yang kamu punya dan bisa bermanfaat bagi yang baca. 

Menulis itu menyenangkan. Untuk itu....
Mari mencoba. :D

Saturday, 5 April 2014

untitled


Tidak perlu aku berkelana ke tempat-tempat yang dianggap surga dunia. Tak perlu aku memaksa memasuki bangunan-bangunan yang diagungkan layaknya istana. Tak perlu pula aku hidup bergelimang harta, hanya untuk... merasakan bahagia. Karena bersama mereka dan berada di sekelilingnya, aku dapat merasakan... 



bahagia dengan sederhana. :)

Monday, 31 March 2014

Pagelaran Lustrum 8 Teater 10: BANJIR


#latepost #mumpungmasihMaret

Setiap tahunnya, Teater 10 SMAN 8 Yogyakarta menyelenggarakan Pagelaran Tunggal di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Kebetulan, Pagelaran Tunggal tahun ini bertepatan dengan lustrum SMA 8, sehingga namanya bukan Pagelaran Tunggal, melainkan Pagelaran Lustrum. Ada yang berbeda dari pagelaran biasanya, yaitu pemain pagelarannya. Tak hanya siswa/i SMA8 saja yang dapat berpartisipasi, alumni, bahkan guru pun bisa turut serta terlibat dalam pentas.

BANJIR.
Sebuah naskah karya Mas Sutriswaya (pelatih teater 10), yang memang dipersiapkan untuk Pagelaran Lustrum Delayota. Naskah ini tergolong rata, maksudnya rata dalam segi peran pemain. Tidak bisa benar-benar dimutlakkan siapa yang menjadi pemeran utama, karena menurut saya beberapa dari pemain memegang peran penting pada scene nya masing-masing.

Cerita dimulai ketika AL-EL-DUL muncul dan mengeluhkan keadaan sungai yang mulai tercemar. Saya tidak akan menceritakan detailnya (maaf ya:p), tapi yang saya ingin sampaikan adalah...joke yang mereka buat di awal cerita oke tuh. Dan..itu beneran lucu, saya aja ketawa loh! Hehehe (btw nih ya, saya tergolong orang yang tipis banget sense of humornya, nonton running man aja gapernah ketawa, malam minggu miko juga.)


Wednesday, 26 March 2014

DelArt#8: Regrowing Earth




Delayota Art merupakan pameran seni tahunan yang diadakan oleh SMA Negeri 8 Yogyakarta. Pameran seni ini berisi lukisan siswa/i SMA 8 dari kelas X hingga kelas XII, bahkan guru dan alumni pun ada yang berpartisipasi urun karya untuk dipamerkan. Tak hanya lukisan, foto-foto hasil jepretan siswa/i delayota juga mengisi beberapa sudut pameran, ada juga robotik, hasta karya rumah-rumahan hingga lampion-lampion dan hal-hal unik lainnya.

Selain itu, Delayota Art juga mengadakan berbagai lomba untuk anak TK hingga usia kerja. Mulai dari lomba melukis, mewarnai, band hingga cinematografi. Yang menarik dan berbeda dari DelArt edisi lustrum VIII kali ini adalah... ada bagi-bagi pohon mini GRATIS! Setiap pengunjung--yang di pintu keluar akan mengisi buku kesan dan pesan--bakal dikasih satu pohon mini yang dihimbau untuk ditanam. Harapannya bisa sedikit membantu mengurangi global warming dengan penghijauan. Sesuai tema DelArt kali ini; Regrowing Earth. 

Sunday, 9 March 2014

Sore di Pantai Depok


Pantai Depok, sore itu.
Pantai adalah salah satu tempat yang menentramkan versi saya. Terlebih apabila dinikmati pada sore hari. Pemandangan langitnya nampak luas membentang disertai iringan ombak yang lantang.

Sore itu, selepas menyaksikan Jogja Air Show di Pantai Depok. Saya, beserta teman-teman memutuskan untuk menikmati sore di Pantai Depok. Memang, mulanya kami merencanakan akan pergi ke suatu tempat dengan sunset yang indah selepas dari Depok. Namun setelah dipikir-pikir, waktunya sangat tidak memungkinkan apabila kami harus berpindah tempat. Kami takut jikalau justru tidak mendapat sunset sama sekali.

Pergulatan jingga dan langit senja mulai mempertunjukkan aksinya. Kami, akhirnya memutuskan berjalan ke pinggiran pantai untuk menikmati senja. Ternyata tidak seburuk yang saya duga. Mulanya saya sempat meremehkan pantai berpasir hitam, tapi ternyata guratan jingga yang disuguhkan tak kalah cantik dengan pantai berpasir putih.

Jogja Air Show 2014

Kurang lebih satu minggu yang lalu, saya dan beberapa teman menghabiskan sore di Pantai Depok untuk menyaksikan Jogja Air Show. Jogja Air Show merupakan kontes aeromodelling tahunan yang digelar di Pantai Parangtritis-Parangkusumo-Depok. Tahun ini acaranya dilaksanakan pada 28 Februari-2 Maret 2014 dengan tema "Pelangi Nusantara".
Kami datang kemari pada tanggal 1 Maret 2014 pukul 15:00 WIB. Saat acaranya berakhir. Kesalahan sepele, dikarenakan Ibul salah melihat jadwal. Ibul mengira acara ini akan berakhir pukul 17:00. Sayang sekali kami melewatkan atraksi-atraksi menarik, tapi tak apa. Kami masih bisa menyaksikan beberapa atraksi terakhir.

Sunday, 2 March 2014

Berakhir Pekan di Wanagama



Jogjakarta memang kota yang kecil, bahkan paling kecil dibandingkan dengan empat kabupaten lain yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota sudah mulai tercemari polusi kendaraan, kebisingan klakson dan pengalihan fungsi lahan kosong menjadi gedung-gedung besar. Namun jangan salah, di Kabupaten Gunung Kidul masih banyak tempat-tempat nyaman nan indah yang dapat dikunjungi untuk mengobati kejenuhan di Kota. Hutan Wanagama salah satunya.

Wanagama merupakan hutan buatan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang terletak di Wonosari, Gunung Kidul. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih 1,5 jam dari Kota Jogjakarta. Tinggal ikuti jalan saja dari Jalan Wonosari menuju Wonosari kota hingga ada perempatan lampu merah yang ada plang ke kanan menuju Wanagama, kemudian belok kanan dan ikuti penunjuk jalan. Hutan ini sering disewa oleh umum untuk mengadakan perkemahan.

Seperti halnya sekolah saya pada tahun 2012. Saat itu, saya dan teman-teman saya tengah duduk di bangku kelas sebelas. Kami sebagai panitia kemah, memilih wanagama sebagai bumi perkemahan. Jauh-jauh sebelum hari-H kami sering mendatangi wanagama untuk survey rute jelajah dan mempersiapkan segala hal. Enam hingga sepuluh hari minggu kami sepanjang Februari hingga Mei kami habiskan untuk survey rute jelajah di sini. Ketidakpastian cuaca menjadi kendala kami sehingga harus mengunjungi hutan ini berkali-kali.

Monday, 24 February 2014

Beach Camp: Sadranan Beach!

Pantai Sadranan merupakan salah satu pantai pasir putih yang terletah di Kabupaten Gunung Kidul, tepat bersebelahan dengan Pantai Krakal. Lokasinya yang masih jarang diketahui, membuat pantai ini nyaman untuk dikunjungi bersama-sama. Terasa seperti milik pribadi.

Keadaan pantai yang bersih dan air yang jernih membuat pantai ini nyaman untuk berenang. Ombaknya pun tidak terlalu besar. Jika merencanakan berenang, saya sarankan untuk membawa kacamata renang. Kenapa? Karena banyak ikan-ikan kecil yang berenang di sekitar karang. Dengan kacamata renang ikan-ikan kecil dapat kita pandang lebih jelas.

Friday, 21 February 2014

Sahabat Sepanjang Masa


Sahabat terbaikmu adalah dia yang pernah sangat amat membencimu di masa lalu. Dia pernah melihatmu dari sisi terburuk, yang membuatnya kini dan nanti tak akan meninggalkanmu dikala terpuruk.
Segala yang membahagiakan memang tak selalu berawal dari sesuatu yang menyenangkan, misalnya persahabatan. Masih jelas dalam ingatan saya bagaimana perselisihan sengit yang ada di antara kami bertiga sebelum akhirnya sekarang kami menjadi sebegitu dekatnya. Saya belum benar-benar mengenal Dewi saat duduk di bangku kelas 3, berbeda dengan Vita yang sudah satu kelas dengan saya dari awal masuk di kelas 1. 

Kami bertiga pertama kali satu kelas saat kelas 4, bukan sebagai teman baik. Melainkan sebagai musuh. Hahaha. Untuk anak SD kami sudah pintar bermunafik ria, kenapa? Karena kami itu modelnya musuh dalam selimut. Baik-baik tapi saling benci. Duh, kanak-kanak sekali. Walaupun saling membenci tetap saja saya sudah sering main ke rumah Dewi sejak kelas 4 SD. Begitu pula dengan Vita. Sebenarnya yang bermusuhan disini bukan kami bertiga, melainkan saya dan mereka berdua.

Tahun berganti, cukup banyak yang berubah akan apa yang dirasa oleh hati. Hingga saat kelas 6 semester 1 kemah di Pantai Glagah kami bertiga bisa foto berpelukan macam ini:")

Monday, 17 February 2014

Sunday, 16 February 2014

160295: Putri Maesa Aryani

Hai, Putri.
Lagi ulang tahun ya?

Ngga kerasa ya tahun ini udah 13 tahun sejak kita resmi berpisah.. Setelah kurang lebih dua tahun lamanya kita berjumpa setiap harinya di TK Taruna Al Qur'an 2. Aku tidak ingat bagaimana awal pertemuan kita, yang jelas seingatku kita sudah bersama-sama sejak kelas A1 hingga kelas B1. Untuk anak TK kita terhitung rajin ya, Put wkwk gimana engga? Udah masuk jam 07.30, pulangnya jam 15.30. Makan siang, tidur siang dan mandi sore di sekolah. Sekolah terasa bagaikan rumah.

Apa kamu masih suka nonton drama asia, Put?
Aku masih sesekali loh. Dulu waktu TK kamu kan yang menularkan virus hobi nonton dramamu padaku. Drama yang sedang hitz waktu itu adalah Putri Hwang Tzu. Dulu, kamu adalah yang paling hafal dengan setiap episode dramanya. Kamu juga yang paling hafal dengan lagu-lagunya, adegannya hingga berimajinasi menari-nari diantara salju. Bahkan kita berdua dan Intan pernah memperagakan Drama Putri Hwang Tzu pada jam istirahat. Semua itu dibawah skenariomu, Put hahaha :p

Kenangan masa kecil itu sebelum kita benar-benar tak berkontak. Hingga enam tahun lalu, facebook mempertemukan kita berdua. Kita saling berkenalan, dan ternyata kita sudah saling mengenal bukan? Dari situ berbagai rencana perjumpaan telah kita susun dengan rapi, semua hanya berujung dengan tapi. Bahkan hingga masa putih biru telah resmi kita lewati. Masa putih abu-abu kita sudah sibuk sendiri-sendiri, kamu yang berada dalam belenggu akselerasi, sedangkan aku dengan berbagai kegiatanku yang membuatku pusing sendiri.

Dan akhirnya, 2012 lalu kita benar-benar bertemu, tepatnya setelah kamu dinyatakan lulus dan diterima di universitas impianmu. Aku, kamu dan Noris. Kita yang masih sama-sama kaku, pada pertemuan pertama setelah sepuluh tahun tak bertemu. Untunglah ada Noris yang mencairkan tembok es beku yang membentang tinggi di antara aku dan kamu.

Sebulan setelah itu, kamu baru saja mendapatkan jas almamater universitasmu. Kita berdua bertemu di lantai 3 Subha Galeria, bersama-sama menunggu Intan Nuria, yang ternyata dia mungkin lupa. Lagi-lagi rencana kumpul bertiga berakhir wacana.

Setelah dua pertemuan itu kita belum bertemu lagi ya, Putri... Mungkin karena saat ini kita sedang sama-sama berlari untuk memperjuangkan sesuatu bernama mimpi. Ihik.

Semoga di sembilan belas tahunmu ini kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, membahagiakan orang-orang yang ada di sisi dan terus menebarkan manfaat bagi siapa saja. Satu lagi, semoga pada generasimu nanti pertanian Indonesia bisa jauh jauuuh lebih maju dari sekarang. Aamiin aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Insya Allah secepatnya kita harus ketemu lagi ya.

Selamat ulang tahun, Putri Maesa Aryani.

41 42

Hai, 41 42.
Jujur, aku tidak tahu persis bagaimana keadaan kalian di sana. Bagaimana perjuangan kalian seharian hari Sabtu kemarin untuk memperjuangkan apa yang telah lama kalian perjuangkan. Untuk mempertahankan apa yang telah orang-orang di luar sana nantikan; sorak sorai teriakan-teriakan kebahagiaan dukungan untuk almamater kebanggaan. Tapi, izinkan aku untuk sekedar menuliskan ini...

Sebagai manusia, kita memang tidak pernah tahu apa saja yang telah Tuhan gariskan untuk setiap detik yang akan datang. Begitu pula dengan kemarin. Segala usaha telah kalian upayakan, segala kemungkinan pun aku yakin kalian juga pertimbangkan. Dan, memang.. manusia hanya bisa mengusahakan, sedangkan segala hasil ada di tangan Tuhan. Meskipun hanya tentang serpihan debu yang berhamburan.

Setiap manusia adalah pribadi yang unik. Pribadi dengan sikap, sifat dan pola pikir yang berbeda. Begitu pula cara pandang dan penyampaian mereka dalam berpendapat. Kalian yang sedang berada pada jalur yang sama dan memperjuangkan hal yang sama saja bisa berbeda pendapat, apalagi mereka yang berada pada jalur yang berbeda dari kalian.

Tetap semangat ya semuanya. Perjalanan kalian masih panjang, jangan jadikan kejadian kemarin sebagai alasan untuk tidak semangat lagi. Jangan pula tumbang akan segala aura negatif yang ditujukan untuk kalian, jadikan semua itu sebagai sumber kekuatan. Aku percaya kalian telah mempertimbangkan dengan baik sebelum mengambil keputusan itu. Segala keputusan memang ada konsekuensinya, siapkanlah hati kalian dengan lapang untuk menerima segala kemungkinan yang ada. Jangan hanya dipandang negatifnya saja ya. Anggap saja ini semua salah satu bentuk anugerah dari-Nya untuk lebih menyatukan kalian, supaya persaudaraan diantara kalian semakin erat.

Percayalah bahwasanya badai pasti berlalu. Semangat terus untuk rentetan yang masih menanti di depan mata. Aku yakin kalian bisa.

Saturday, 15 February 2014

Abu Vulkanik

Hai, Abu.
Sudah dua hari kamu kelihatan nyaman sekali mampir di kotaku. Kalau tidak salah, angin membawamu terhembus sampai Bandung juga ya? Subhanallaah sekali ya. Padahal dalam peta, Jogjakarta, Jawa Tengah maupun Bandung jauh jangkauannya dari Kediri. Malang (walau hanya sebagian sepertinya, yang aku maksud adalah daerah di mana saudaraku tinggal), yang jaraknya terhitung lebih dekat justru tidak terkena hujan abu layaknya di sini.

Abu,
aku sudah membersihkan sebagian jiwamu *halah* yang menempel di teras atas dan teras bawah rumahku. Ayahku juga telah membersihkan halaman depan rumah yang kamu hinggapi itu. Bahkan, tanaman-tanamanku yang tertutup rapi olehmu. Tapi..... baru saja aku pulang, kamu kembali mendiami tempat-tempat itu. Padahal jelas sekali tadi pagi aku dan ayahku sudah mengusirmu dari situ.

Abu,
tolong beritahu kami bagaimana cara memindahkanmu ke tempat yang lebih nyaman. Beritahu kami di mana tempat itu dan dengan kendaraan apa kami bisa memindahkanmu secara baik-baik. Kami ingin segera memulai aktivitas kami, Bu. Jalan raya dan bangunan-bangunan pun juga begitu.

Abu,
aku tidak sedikitpun menyalahkanmu kok. Aku hanya memohon supaya kamu mau dipindahkan; diusir dengan terhormat. Begitu, Bu. Semoga kamu mengerti ya. Oh iya, aku ingin berterimakasih padamu. Kalau tidak salah ingat, tanah yang terkena serpihanmu akan menjadi lebih subur kan ya? Untuk itu, terima kasih ya Bu telah mampir di tanah sekitarku.

Sepertinya ini juga pelajaran untuk kami semua, Bu. Banyak kan para petugas kebersihan entah di jalanan, sekolahan, kampus atau tempat-tempat lain yang sering berulang kali membersihkan tempat yang ia bersihkan hanya karena dikotori lagi oleh orang-orang yang tak merasa berdosa.

Misalnya pak-pak yang menyapu jalanan, banyak pengguna mobil atau motor yang seenaknya buang sampah sembarangan. Mereka melakukan itu seolah tak berdosa, mereka tidak tahu bagaimana pengorbanan pak-pak yang menyapu jalanan itu. Belum lagi cleaning service, banyak yang menginjak lantai dengan sepatu penuh lumpur. Padahal, baru saja dipel dengan kinclong. Kini, semua seakan diratakan untuk merasakan. Kamu yang sudah dibersihkan, dengan enaknya datang lagi dari atas genting dan pepohonan tinggi. Membuat kami semua harus membersihkanmu lagi, bahkan berulang kali. Semua memang ada hikmahnya ya, Bu.

Semoga saja kamu tidak lama-lama bernyaman ria di kotaku. Begitu juga dengan kota-kota lain yang sedang kamu kunjungi saat ini. Semoga keadaan kembali seperti semula agar aktivitas harian dapat terlaksana dengan baik. Aamiin.

Friday, 14 February 2014

#PrayForKelud

Sekitar 1,5 jam yang lalu aktivitas Gunung Kelud dinaikkan dari waspada menjadi awas. Tak lama setelah itu, Gunung Kelud meletus. Dentuman letusannya pun terdengar hingga Jogjakarta. Kabarnya, warga sekitar telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Media juga mengabarkan bahwa sudah terjadi lima kali letusan disertai hujan kerikil. Jarak pandang di sana pun hanya 5 meter saja. Seberapa tebal ya kabutnya? Seberapa keras pula dentuman yang terdengar di sana? Apakah mereka menyaksikan guratan kilat dari Gunung Kelud? Allahu Akbar :"

Fyi, Gunung Kelud merupakan gunung yang sulit ditebak. Ia tak seperti Merapi yang memberikan kode melalui gempa vulkanik. Gunung Kelud tidak mengkode dengan gempa, dia diam-diam tapi membahayakan. Tidak ada pertanda yang signifikan, tetapi tiba-tiba statusnya dinyatakan dinaikkan. Tak heran bila gunung ini termasuk 4 gunung api yang letusannya paling berbahaya di Indonesia.

Begitu kurang lebih menurut kabar yang saya baca dari beberapa acc petualang seperti NGI ataupun tempo dan kompas.

Kelud, baik-baik ya. Segeralah mereda dan jangan renggut saudara-saudara di sekitar sana. Ajak juga sahabatmu; Sinabung. Semoga kalian berdua bisa saling telepati untuk serentak menghentikan letusan. Dan untuk warga sekitar Kelud.. semoga senantiasa dikuatkan dan dilindungi oleh-Nya. Aamiin.

Surat cinta hari ini (14 Februari 2014) saya tujukan untukmu, untuk kalian; Gunung Kelud, tim pemantau, tim SAR dan warga sekitar Kelud. #prayforkelud

Tuhan, jangan biarkan Indonesia menangis terlalu lama...

Thursday, 13 February 2014

Kakak Calon Rimbawati: Diani Santi Nuswantari

Hai mbak Dianich! *greeting paling alay nih wkwk

Apa kabar mbak calon rimbawati yang kece badai gilak? Yakinlah pasti mbak Dianich baik-baik saja. Aneh sih, alay sih, tapi emang udah terbiasa gituh manggil mbak Dianich. Habis mbak Dianich manggil aku Bariroch sich. 

Kita dulu kenal pertama di teater kan ya mbak? Sama-sama main saron di karawitan. Tapi sebelumnya aku pernah liat mbak Dianich loh waktu pagelaran itutuh mbak Dianich jadi..... *sensored* wkwkwwk yakin banget nggak mau disebutin kan mbak? Pertamanya biasa aja ya mbak. Kita cuma nyapa-nyapa aja ya mbak ya.

Semua berubah seketika waktu kita berdua sama-sama jadi panitia DEBUT 2011. Dirimu dengan teganya mendirikan gerakan BUBAR bersama mbak Nimas, mbak Lala, mbak Dea dan Trisa. Kalian semua dengan teganya membully aku habis-habisan. Setiap aku ngomong didiemin terus diketawain. Ih nggak tau itu kenapa, apa yang salah dari aku :( tapi ngga papa, sekarang gerakan ini udah beneran BUBAR ditelan zaman. Alhamdulillaah:")


Sunday, 9 February 2014

Libur Semester Ganjil

Disaat beberapa kampus lain sudah memulai semester genap mereka, kampuskujustru baru saja memasuki liburan semester ganjil. Aku baru saja berjumpa denganmu (lagi) bukan, Bur?                      

Pada liburan semester ganjil ini, aku ingin kamu:
1. Menjadi liburan yang produktif, maksudnya aku tidak hanya membuang kebersamaanku denganmu hanya dengan luntang-luntung di rumah tanpa melakukan hal bermanfaat. Setidaknya aku bisa melalui hari-hari bersamamu dengan sesuatu yang bermakna meski hanya di rumah saja.
2. Memberikanku kebugaran lebih atau bisa kusebut dengan #LiburanSehat, setidaknya paling tidak seminggu dua kali aku bisa jogging entah pagi atau sore hari. Bisa berenang seminggu sekali meski hanya satu sampai dua jam saja. Makan tepat waktu 4sehat5sempurna tiga kali sehari. Tidur cukup, malam paling tidak 7-8 jam dan 30 menit di siang hari. Dan tentunya jalan-jalan, penyegaran mata dan pikiran! Ya kan? Mari jelajahi Jogjakarta dan sekitarnya sebelum menjelajahi Indonesia kemudian dunia. Karena langkah besar berawal dari langkah kecil bukan? Yuhuuu~
3. Belajar menjadi anak rumahan yang baik. Ketauan deh jarang di rumah, haha. Aku ingin hari-hariku bersamamu tidak hanya manis-manis menyenangkan saja, tidak penuh hura-hura. Aku ingin bisa merombak kamarku, membersihkan rumah dengan tenagaku, menyiram tanaman hingga memasak. Semua akan kulalui bersamamu kan, Bur? :")
4. Bersilaturahmi dengan keluarga, teman TK, SD, SMP hingga SMA. Tolong ingatkan aku untuk datang pengajian keluarga besar yang sudah hampir enam bulan aku tidak pernah hadir ya, Bur. Aku rindu keluarga besarku, padahal sewaktu SD hingga kelas dua SMA aku termasuk salah satu dari cicit/cucu yang paling rajin hadir u,u bertemu teman TK sepertinya sedikit susah, tapi kamu mau membantuku mengusahakan kan? Teman SD sudah sempat bertemu, tapi kalau bisa lagi akan lebih menyenangkan hati hihi. Untuk teman SMP, tadi malam aku baru saja berjumpa adik-adik kesayangan. Ditraktir makan wiiii. Dan yang terakhir, teman SMA sepertinya yang kemungkinan paling sering akan menghabiskan waktu bersama, bersamamu juga, Bur hihihi
5. Lebih sering me-time. Disini me-time dalam artian berbicara pada diri sendiri, sinkronasi antara pikiran dan hati. Mengenal lebih dalam diri sendiri dengan mempersering berkontemplasi. Semoga diri ini bisa senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya ya, Bur. Bantu aku ya :"D

Sekian dulu keinginan-keinginan-ku akan hari-hari indah bersamamu sebulan ke depan, Bur. Semoga dapat terwujud ya semuanyaaaa tanpa terkecuali. Mohon sekali kerjasamanya ya. Terima kasih.

Salam bahagia,
Pasanganmu sebulan ini.

Saturday, 8 February 2014

Untuk Ian dan Azka


Untuk Azka Aditya & Rifqi Afrian Ghiffari.
Di Jalan Grafika 2 Yogyakarta.

Awalnya  biasa saja, bertemu hanya sekedar bertegur sapa. Satu kelas saling membantu dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hingga hinaan dan rentetan event kelas dua yang tiada henti membuat kita menjadi sebegitu dekatnya.

Aku tak menyangka banyak yang berbeda dalam memandang diriku, termasuk kalian. Kalian bilang aku menyeramkan, misterius dan membuat segan. Kalian bilang awalnya kalian merasa segan bila berbicara dan bercengkerama denganku. Beberapa orang juga bilang aku mistrius, galak dan sebagainya. Hingga akhirnya pada suatu malam beberapa sahabat mencari-cari kekuranganku dan membuat hinaan yang semi bercanda untuk menetralkan rasa.

Semenjak malam itu, hinaan menjadi menyebar rata seolah semua tahu akan apa yang dibicarakan. Namun, ada yang lebih parah. Kalian berdua memperparah segala keadaan. Lebay memang, tapi kalian membuat hinaan dan menyebarkannya ke hampir satu angkatan. Aku sering dicaci di dalam kelas, di luar kelas maupun di hadapan teman sepermainan. Dan itu berkat kebaikan kalian kan?-___-

***

Heeei Ian Azka!
Ejekan menyebalkan yang kalian sebarkan berjalan hingga sekarang bukan? Bzzzzt. Cercaan dan kejahilan kalian yang merembet kemana-mana ini ternyata cukup menghiburku. Aneh memang, tapi memang begitu adanya. Terkadang aku ikut tertawa ketika kalian menghinaku. Tertawa untuk apa? Ya, untuk menertawakan diri sendiri. Karena menurutku itu lucu dan aku ikut terhibur. Sadar atau tidak sadar itu adalah salah satu sumber hiburan ketika aku dilanda galau mendalam akan tiga huruf yang menyita waktu kelas dua SMA.

Friday, 7 February 2014

Power Rangers


Power rangers adalah serial televisi tentang lima penyelamat kota yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Lalu, siapa yang dimaksud Power Rangers dalam surat ini? Silakan bisa ditanyakan pada Gatra Dewa Oktananda, karena dia yang memberikan nama :))

***

Kepada empat rekan rangers saya,
dimanapun kalian berada.

Kita bukan pahlawan layaknya para rangers dalam serial televisi kan ya? Kita juga tidak menyelamatkan apa-apa dalam misi kita. Hanya....menyelamatkan diri dari ego tinggi dan emosi yang membara di hati #tsah. Namun, kini kita telah berpisah. Kita punya jalan masing-masing untuk ditapaki demi terwujudnya mimpi-mimpi.

Hai Ranger Biru,
kamu kini berada di kampus yang sama seperti namamu. Kampus biru.
Kamu... calon Public Relation masa depan, atau malah calon sastrawan dan sutradara handal? Ah, tidak ada yang tahu kan. Kamu teman debat yang paling sulit ditaklukan diantara ranger lainnya. Kamulah yang peling beda pendapatnya denganku diantara tiga ranger lainnya. Perbedaan itulah yang kini justru menyatukan kita untuk saling bertukar pikiran untuk menambah pengetahuan akan pemikiran.
Biru, sukses selalu untuk kuliah, event dan part time mu ya!

Merah muda yang jauh di sana apa kabarnya?
Aku harap kamu baik-baik saja. Merah muda identik dengan warna bunga yang bermekaran di taman. Seperti kamu sekarang yang melanjutkan studimu di kota kembang sana. Calon programmer handal yang terobsesi menciptakan program yang memudahkan para kpopers dan ingin menginjakkan kaki di negeri gingseng. Kamu adalah ranger yang paling sependapat denganku bukan? Ranger yang sangat aku rindukan.
Baik-baik di kota kembang ya, merah muda. Semoga secepatnya kita dapat berjumpa.

Merah, yang paling berani diantara kami.
Salah satu partner terbaikku pada waktu itu. Kamu yang paling tenang dan penuh ide disaat aku dan tiga ranger lain sudah mentok. Kamu sama seperti merah muda, sering kali sependapat dan sepemikiran denganku. Bertolak belakang dengan si biru yang kini berada di kampus yang sama denganmu. Satu rumpun. Kamu, calon pengusaha sukses penerus usaha mebel keluargamu. Pemimpin di setiap tempat yang pernah kau tinggali dan dapat kau juluki sebagai rumah. 
Sukses selalu untukmu, Merah.

Yang terakhir untuk Hitam.
Kamu yang paling lucu dan hiperaktif. Bisa menetralkan keadaan dengan segala kekonyolan. Terlihat seolah kekanakan tapi ternyata menyimpan sisi kedewasaan. Kamu itu random hahahaha. Kadang datang tak diundang, kalau dicari justru menghilang. Sering kali menyusahkan karena ketidakpastian dan tidak membalas pesan. Disamping itu, kamu paling multitalenta. Bisa angkat-angkat, bisa jemput-jemput, bisa manggil-manggil, teriak-teriak, main musik dan segala keahlian unik lainnya. Kamu salah satu calon raja minyak sukses jebolan kampus seturan sana, bukan?
Hitam, sukses selalu dan jangan pelit pulsa ya!

Tiga sampai empat tahun lagi, 
semoga kita bisa kumpul komplit berlima di hari kelulusan masing-masing dari kita nanti. 
Jangan pernah lupakan segala kenangan pahit hingga manis yang pernah kita jalani. Dari pulang malam tiap hari, pertemuan di rumah merah muda, martabak, candaan tuk menurunkan tensi hingga obrolan dari hati ke hati.
Sekian dulu surat dariku ini. Semoga kalian baca ini suatu hari nanti.

Salam kangen dari sini,
Ranger Kuning.

Thursday, 6 February 2014

Kepada Kota Kelahiran Tercinta, Jogjakarta

Teruntuk kota kelahiran saya,
Jogjakarta.

Kurang lebih delapan belas tahun lalu aku lahir ke dunia di salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Betapa banyak cerita yang mewarnai hidupku dari bayi, balita hingga di penghujung remaja. Hari berganti menjadi minggu, minggu menjadi bulan, dan bulan menjadi tahun. Tahun demi tahun berlalu, banyak yang telah berubah dari Jogjaku.

Dari jaman andhong masih banyak berjejer di Pasar Kotagede. Hanya dengan Rp 3.000,00,- saja pak kusir dan kudanya bisa mengantarku hingga perempatan Jalan Ibu Ruswo. Dilanjutkan jaman-jaman dimana anak SD hingga SMP yang gemar ngebolang hafal jalur bus kota sana-sini. Hingga datang masa dimana trans jogja mulai mendunia di jalanan Jogja. Menggantikan bus kota di hati para pelajar dan mahasiswa. Tak lupa, gerakan sego segawe yang nge-hitz pada masa ketika Pak Herry Zudianto menjadi wali kota.

Betapa nyamannya Jogjaku waktu itu, tidak ada polusi yang menyesakkan pengguna jalan. Pengendara kendaraan bermotor yang ramah, jalanan yang nyaman serta pepohonan di pinggiran yang meneduhkan para pejalan. Tapi itu dulu, sebelum Jogjaku berubah menjadi kota semi metropolitan dengan gedung-gedung tinggi yang kian mendominasi. Klakson kendaraan yang kudengar sana sini. Polusi mulai menyebar mengotori kenyamanan pengguna jalan, hingga pengalihan lahan pertanian menjadi bangunan.

Jogja butuh taman, Jogja butuh sesuatu yang hijau dan menghijaukan. Seperti papan kota Jogja di jalanan yang identik dengan warna hijau yang meneduhkan. Jogjaku kini tak lagi nyaman, jogjaku penuh sesak akan keramaian jalan dan pembangunan gedung-gedung pusat perbelanjaan.

Jogjakarta, tolong...
Tolong kembalikan Jogjaku yang nyaman.

Sunday, 12 January 2014

Semburat Jingga di Selatan Jogja



Parangndog, merupakan tebing di sebelah Timur Pantai Parangtritis. Hanya kurang lebih 5-10 menit dari Parangtritis, ke arah Timur di jalan tanjakan ambil ke kanan. Tebing parangndog ini merupakan salah satu tempat menikmati senja di Jogjakarta. Tempat yang sudah tak asing lagi bagi para pejalan (kebetulan saya baca beberapa rekomendasi dari web-web traveling) untuk berburu matahari terbenam.

Tuesday, 7 January 2014

Iseng

Get to know your self better

Your view on yourself:
You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.
The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:
You like serious, smart and determined people. You don't judge a book by its cover, so good-looking people aren't necessarily your style. This makes you an attractive person in many people's eyes.
Your readiness to commit to a relationship:
You are ready to commit as soon as you meet the right person. And you believe you will pretty much know as soon as you might that person.
The seriousness of your love:
You are very serious about relationships and aren't interested in wasting time with people you don't really like. If you meet the right person, you will fall deeply and beautifully in love.
Your views on education
You may not like to study but you have many practical ideas. You listen to your own instincts and tend to follow your heart, so you will probably end up with an unusual job.
The right job for you:
You have plenty of dream jobs but have little chance of doing any of them if you don't focus on something in particular. You need to choose something and go for it to be happy and achieve success.
How do you view success:
You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.
What are you most afraid of:
You are afraid of things that you cannot control. Sometimes you show your anger to cover up how you feel.
Who is your true self:
You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.


Iseng aja sih, bener nggak menurutmu?

Thursday, 2 January 2014

Kalender Puasa 2014


Saya dapat gambar bermanfaat ini dari dashbor tumblr, reblog-annya mas kuntawiaji sama wanitagerimis. Setelah ditelusuri, kalo nggasalah gambar ini buatan mbak-mbak atau cuma pertama dipost kali ya, yang bisa kamu cari tau di sini. Silakan dibaca sendiri ya untuk lebih lanjutnya.

Semoga siapa aja yang kreatif buat kalender ini pahalanya ngalir terus. Baik dari reblog yang tiada henti atau yang mempraktekkan puasa karena diingatkan oleh jadwalnya. Aamiin.

Yuk perbanyak puasa Sunnah yuk tahun ini!

Wednesday, 1 January 2014

Wishlist 2014

2014 telah tiba dan harus disambut dengan suka cita. Rasa syukur senantiasa terpanjat kepada Tuhan Yang Maha Esa karena saya masih diberi kesempatan untuk menikmati hidup hingga detik ini. Alhamdulillaah. 
Tahun ini akan menjadi tahun kedua saya menjadi mahasiswi. Banyak hal yang ingin saya capai tahun ini, terutama untuk merubah diri sendiri menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi.
Di 2014 ini saya ingin:
1. Bangun jam 3 pagi dan tidur maksimal jam 10 malam setiap hari.
2. Bisa tidur siang setiap hari walau cuma 15-30 menit.
3. Lari pagi dan renang seminggu sekali.
4. Berat badan naik jadi 55 kg.
5. Bisa ambil 24 sks untuk semester 2.
6. Lepas behel.
7. Menang lomba nulis.
8. Jadi ke Ullen Sentalu sama Rista.
9. Nyelam di Umbul Ponggok & nyunset di Parangndog.
10. Naik gunung lagi.
11. Foto before-and-after-7-years di pantai pelukan bertiga sama Dewi & Vita.
12. Bisa jalan-jalan jauh entah naik kereta, pesawat atau berlayar pake usaha sendiri; entah dari uang hadiah atau dibiayai pihak manapun (gratis:p).
13. Kumpulkan koin demi #1Bulan1Buku.

Untuk wishlist nomor 12 saya tidak muluk kok, cuma sekedar menuliskan. Siapa tahu Dia sudah menyiapkan jalan yang saya juga nggatau apa. Semoga berkesempatan jalan-jalan deh.. #mentaljalanjalan