Sunday, 20 April 2014

Kesempatan by Kurniawan Gunadi

Setiap orang yang lahir di dunia ini memiliki kesempatan yang berbeda, dalam banyak hal. Dan sungguh, sangat tidak bijaksana jika kita saling membandingkan dan mengukur kesempatan orang lain dengan kesempatan yang kita miliki.

Ada orang yang memiliki kesempatan sekolah di kampus besar, kampus terbaik di negeri ini. Sering bertemu dengan orang penting sekelas menteri atau seorang tokoh yang kemudian mengisi kuliah umum. Hingga pada akhirnya, bertemu dengan orang sekelas tersebut rasanya biasa-biasa saja. Sungguh, tidak bagi teman kita yang lain. Kesempatan seperti itu mungkin belum pernah dia temui. Dia tidak memiliki akses untuk itu, untuk bertemu dengan para tokoh penting di negeri ini. Sekalinya bertemu, perasaan bahagianya begitu meluap dan kita memandangnya begitu heran, terkesan ‘norak’. Sekali lagi, sungguh tidak bijaksana bila kita membandingkan kesempatan.

Ada orang yang memiliki kesempatan untuk sekolah di luar negeri. Di kampus terpilih dan gratis. Sempat berkeliling di negara-negara sekitarnya. Mungkin, kita adalah orang yang tidak memiliki kesempatan itu sebab keterbatasan kita. Entah itu akses, atau nilai akademis kita yang tidak memenuhi. Rasanya, begitu membanggakan bisa berfoto di padang salju atau di bangunan landmark negara-negara itu. Lalu, kita mulai membandingkan kesempatan yang kita miliki dengan mereka. Rasanya sedih sekali, saat itu sesungguhnya kita sedang tidak adil pada diri sendiri. Sungguh, di dunia ini kesempatan setiap orang tidaklah sama.

Apakah kesempatan itu bisa diciptakan? Atau ia datang tanpa kita tahu kapan datangnya. Aku sendiri tidak tahu. Hanya saja, semua hal mungkin terjadi sejauh manusia mau mengusahakannya.

Kesempatan yang kita miliki saat ini, lihatlah dengan lebih teliti. Apakah kita mengambilnya dan berperan baik di sana atau justru hanya melihat atau menyesali dan sibuk membandingkan dengan kesempatan orang lain. Atau jika kita sedang memiliki kesempatan besar lalu begitu rendah memandang orang lain yang tidak memiliki kesempatan sebaik kita.

Kesempatan dalam banyak hal, tidak hanya masalah sekolah. Tapi juga karir dan pekerjaan, teman yang luar biasa, jaringan yang luas, akses ke luar negeri yang mudah, apapun itu.

Semakin pandai kita menempatkan diri dalam hidup ini. Semakin pandai kita mensyukuri pemberian-Nya, maka Dia akan menambahkan nikmat yang lebih. Dan sungguh, kenikmatan yang menurut saya paling menyenangkan adalah ketenangan hati. Hilangnya resah dan kekhawatiran :)

Kita tidak perlu lagi khawatir pada kesempatan kita yang berbeda. Tidak lagi sibuk mengukur hidup sendiri dengan orang lain dan dibuat resah karenanya. Hidup kita adalah yang terbaik untuk kita. Kesempatan kita adalah kesempatan yang terbaik untuk kita.
Rumah, 19 April 2014 | (c)kurniawangunadi
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Que sera sera. What will be, will be.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)