Wednesday, 10 September 2014

Wonderful Museum: Museum Konperensi Asia Afrika


source: http://palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/

Masih ingat pelajaran sejarah SMA? Gedung ini adalah salah satu saksi sejarah yang tertera dalam materi sejarah yang kita pelajari waktu SMA, Konferensi Asia Afrika. Inilah Museum Konperensi Asia Afrika, terletak di Jalan Asia Afrika 65 Bandung. Lokasinya yang berada di tengah kota Bandung membuat saya tidak heran apabila lalu lintas jalan di sini sangatlah padat, meskipun jalannya satu arah. Selain bersebelahan persis dengan Gedung Merdeka, museum ini juga tidak jauh dari Jalan Braga, Monumen Bandung Lautan Api (yang letaknya di Jalan Otto Iskandardinata *cmiiw ya*) dan Stasiun Bandung.

Konferensi Asia Afrika adalah konferensi antar bangsa-bangsa Asia-Afrika pada tahun 1955 yang kebetulan dikoorsinasikan oleh Indonesia. Tujuannya yaitu untuk menyusun pedoman kerja sama antar bangsa Asia-Afrika dan ikut serta membantu perdamaian dunia yang sedang gencar-gencarnya dihebohkan dua negara yang sedang berkuasa pada masa itu, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Konferensi pun akhirnya ini mencapai kesuksesan besar yang menjadi salah satu faktor penting dari sejarah dunia. 

Merencanakan menjelajahi museum ini saja sudah membuat saya girang sekali dalam hati, apalagi ketika saya akhirnya sudah selesai menapakkan kaki ke sana. Aih, merinding nulisnya. Mari menjelajahi bagian dalamnya!

Pintu masuk Museum KAA.

Hingar bingar kendaraan sepanjang Jalan Asia Afrika, Bandung.

Konperensi, right? ;)

Hari itu, sebenarnya saya sudah sampai di Museum KAA pukul 10 pagi. Namun, ternyata sedang ada pertemuan yang diadakan di ruang sidang Gedung Merdeka. Kemudian securitynya menginformasikan apabila ingin mengunjungi museum sebaiknya saya kembali kemari jam 2 siang. Saya pun buru-buru kembali kemari lagi siangnya, karena jam 4 sore museum ini sudah tutup. Jika membawa kendaraan pribadi, tempat parkir berada di sebelah utara. Jadi, lurus dulu hingga ada belokan ke kanan sebelum kantor PLN. Nanti di kanan jalan ada gerbang masuk, disitulah tempat parkir kendaraan. :)

Saya dan Nisa bergegas berjalan menuju depan museum. Ketika melewati depan Gedung Merdeka, saya merasa tidak asing dengan tempat ini. Dan ternyata setelah saya ingat-ingat, depan gedung ini kalau tidak salah merupakan lokasi shooting Janji Joni yang diperankan Nicholas Saputra. Bagian scene yang Nicholas Saputra kehilangan motor vespa, bertemu ibu-ibu hamil yang mau melahirkan. Duh, nggak penting ya saya.

Lanjut, saya dan Nisa masuk. Kesan pertama ketika saya masuk tidak bisa dideskripsikan. Campur aduk. Belum pernah saya masuk ke museum dengan perawatan sebagus ini sebelumnya. Baru masuk sudah terlihat bentangan lebar ruangannya yang dibatasi sekat-sekat foto dan kisah-kisah. Terdapat juga sejarah singkat pengelolaan museum hingga bisa sebagus ini.

Jadi museum ini selain dikelola negara, ada juga namanya Sahabat Museum KAA. Kebetulan kemarin Agustus sedang recruitment, bagi yang domisili Bandung bisa mendaftar tuh tahun depan! :) Sahabat Museum KAA sering ada kegiatan-kegiatan, ada program-program di Museum KAA. Ada klab budaya macam-macam juga. Kalau ingin tau lebih detail mengenai SMKAA bisa dibaca di sini.

Ruang penjelasan singkat sejarah museum & kepengurusan sahabat MKAA.

Foto di atas adalah sejarah kepengurusan SMKAA dari masa ke masa dan juga program-programnya. Berhadapan dengan bagian museum di atas, terdapat miniatur ruang sidang tanpa tempat duduk peserta. Miniatur ini terlihat Presiden Soekarno berdiri di podium. Kalau berjalan ke Selatan, nantinya akan ada ruang pameran yang berisi sejarah konferensi. Ada pula foto-foto bangunan ini di masa lampau. Namun sayang, beberapa bagian museum tidak boleh diambil gambarnya.

Miniatur Soekarno & perwakilan negara-negara pencetus KAA.

View dalam museum KAA (blur, maklum amatiran)

Foto di atas adalah lokasi terakhir bisa berfoto. Setelah itu tidak diizinkan mengambil gambar di dalam museum. Pencahayaan dan tata letaknya sangat rapi pun sistematis, enak sekali untuk dibaca. Di sini dijelaskan dari awal sekali. Dari bagaimana dunia dipanaskan dua blok yang kuat, Amerika Serikat (Blok Barat, Kapitalis) dan Uni Soviet (Blok Timur, Komunis). Kemudian penggunaan nuklir hingga terjadinya Perang Dunia. Konferensi Kolombo, Persiapan Konferensi Asia Afrika hingga hasil konferensi berupa Dasa Sila Bandung yang kini dampaknya terasa merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Lorong dari museum KAA menuju dalam Gedung Merdeka.

Kebetulan sedang ada pameraan dalam rangka menuju 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Tempatnya di dalam museum, yaitu pada lorong dari Museum KAA menuju Gedung Merdeka. Di dalamnya berisi kronologi-kronologi secara detail. Ada juga sejarah-sejarah dunia seperti Perang Dingin dan Runtuhnya Tembok Berlin serta sedikit banyak pengaruh Konferensi Asia Afrika terhadap gejolak dunia pada masa itu.

Yang unik, ada dua telepon yang apabila didengarkan akan ada narasumber yang berbicara. Suara itu akan menceritakan bagaimana persiapan Konferensi Asia Afrika, dengerinnya nggak bosen kok menurut saya. Karena seperti ngobrol biasa, hanya saja kita tidak berkesempatan untuk bicara.

Panggung kecil pameran.

Telepon yang menceritakan sejarah KAA.

Kronologi sejarah. It's wonderful :"D

Memasuki Gedung Merdeka, inilah tempat di mana sidang digelar. Di sinilah Konferensi Asia Afrika digelar, konferensi yang dihadiri bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Ruangan ini masih sangat bersih dan terawat, karena masih sering digunakan untuk pertemuan-pertemuan. Terdapat bendera negara-negara anggota KAA di belakang podium. Ada juga gong yang di badannya terdapat bendera negara-negara KAA. Dan tentunya, banyak kursi untuk peserta konferensi berjejer hampir seperti studio bioskop. Warnanya merah menyala!

Ruang konferensi.

yang narsis abaikan saja:p Inilah dalamnya Gedung Merdeka.

Ruang konferensi! Cool :')

Satu lagi yang saya suka dari dua tempat yang berkesinambungan dan bersebelahan ini, mushola yang bersih dan rapi. Saya senang sekali kalau ada tempat wisata atau tempat makan yang memperhatikan tempat ibadah. Di sini dari mushola, karpet, kamar mandi, tempat wudhu, semuanya masih bersih dan rapi. Nyaman sekali. Coba tempat-tempat bersejarah lain yang ada di negeri ini, bisa aktif dan sering ada kegiatan seperti museum KAA. Pasti akan sangat menyenangkan! Semoga museum di Jogja segera ada kegiatan-kegiatan serupa seperti di museum ini :)

Sayang sekali, museum sebagus ini sepi pengunjung lokal. Ketika saya ke sini pun hanya saya dan teman saya yang orang Indonesia, lainnya adalah turis dari China, India dan Eropa. Nggak ada salahnya lho iseng masuk museum, apalagi museum yang gratis dan bagus kayak Museum KAA. Monggo dicoba masuk dan buktikan! :)

Kalau bukan kita yang mempelajari dan menilik sejarah bangsa ini, siapa lagi? *wink*

***

Untuk mengunjungi museum KAA, kamu tidak akan dipungut biaya sama sekali. Cukup mengisi buku tamu saja. Museum ini buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional. Untuk Selasa-Kamis buka pukul 08:00-16:00, Jumat 14:00-16:00, Sabtu 09:00-16:00. Info lebih lanjut bisa dilihat di asianafricanmuseum.org.

source: http://seputaraceh.com/read/15280/2013/01/01/inilah-museum-yang-paling-awal-buka-di-tahun-2013

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)