Monday, 3 November 2014

Refleksi

Perbedaan adalah hal yang biasa dalam hidup. Keberadaannya menimbulkan beragam warna dan macam selera, kegemaran hingga kebiasaan. Misalnya saja saya suka biru, kamu suka abu-abu, dia suka merah dan mereka suka hitam. Saya yang pemalas, kamu yang rajin, dia teledor dan mereka yang penuh dengan amarah. Unik sekali. Bagiku, setiap rentang perbedaan di dunia ini diciptakan Tuhan bukan untuk dicaci, melainkan untuk dihargai dan dimengerti.

Sesungguhnya kita tidak boleh mencaci pergaulan orang seburuk apapun lingkungan dan perilakunya. Kita justru harus bersyukur karena tidak terjerumus seperti mereka. Akan lebih baik lagi, apabila kita turut mendoakan orang-orang itu agar dituntun ke arah yang lebih baik.

Kita seharusnya bersyukur akan kemampuan, pengetahuan serta harapan yang ada dalam diri kita. Tidak boleh sedikitpun kita merendahkan satu sama lain, merasa lebih baik ataupun pelit. Karena pada dasarnya segala kelebihan dan anugerah yang dipunya oleh setiap diri adalah pemberian dari-Nya. Dia dapat mengambilnya kapan saja, Dia juga mampu membalikkan keadaan sesuai kehendak-Nya.

Setiap orang punya ciri khasnya masing-masing, terutama dalam mengekspresikan perasaan. Ada yang senang menunjukkannya lewat lagu, tulisan, hingga menceritakan. Dalam bercerita dan menunjukkan kegemaran pun berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Apabila kamu pernah merasa ataupun sudah tau akan apa yang disampaikan oleh lawan bicaramu, jagalah perasaan mereka. Pintar-pintarlah menghargai perasaan si pencerita. Kita tidak pernah tahu kan kalau hal yang biasa untuk kita, bisa saja menjadi hal yang luar biasa untuk dia. And vice versa.

1 comment:

  1. Dulu aku ngimpi apa ya pas nulis postingan ini... sampe lupa pernah nulis begini. Astaghfirullaah, sedang sangat jauh dari tulisan ini :")

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)