Monday, 24 February 2014

Beach Camp: Sadranan Beach!

Pantai Sadranan merupakan salah satu pantai pasir putih yang terletah di Kabupaten Gunung Kidul, tepat bersebelahan dengan Pantai Krakal. Lokasinya yang masih jarang diketahui, membuat pantai ini nyaman untuk dikunjungi bersama-sama. Terasa seperti milik pribadi.

Keadaan pantai yang bersih dan air yang jernih membuat pantai ini nyaman untuk berenang. Ombaknya pun tidak terlalu besar. Jika merencanakan berenang, saya sarankan untuk membawa kacamata renang. Kenapa? Karena banyak ikan-ikan kecil yang berenang di sekitar karang. Dengan kacamata renang ikan-ikan kecil dapat kita pandang lebih jelas.

Friday, 21 February 2014

Sahabat Sepanjang Masa


Sahabat terbaikmu adalah dia yang pernah sangat amat membencimu di masa lalu. Dia pernah melihatmu dari sisi terburuk, yang membuatnya kini dan nanti tak akan meninggalkanmu dikala terpuruk.
Segala yang membahagiakan memang tak selalu berawal dari sesuatu yang menyenangkan, misalnya persahabatan. Masih jelas dalam ingatan saya bagaimana perselisihan sengit yang ada di antara kami bertiga sebelum akhirnya sekarang kami menjadi sebegitu dekatnya. Saya belum benar-benar mengenal Dewi saat duduk di bangku kelas 3, berbeda dengan Vita yang sudah satu kelas dengan saya dari awal masuk di kelas 1. 

Kami bertiga pertama kali satu kelas saat kelas 4, bukan sebagai teman baik. Melainkan sebagai musuh. Hahaha. Untuk anak SD kami sudah pintar bermunafik ria, kenapa? Karena kami itu modelnya musuh dalam selimut. Baik-baik tapi saling benci. Duh, kanak-kanak sekali. Walaupun saling membenci tetap saja saya sudah sering main ke rumah Dewi sejak kelas 4 SD. Begitu pula dengan Vita. Sebenarnya yang bermusuhan disini bukan kami bertiga, melainkan saya dan mereka berdua.

Tahun berganti, cukup banyak yang berubah akan apa yang dirasa oleh hati. Hingga saat kelas 6 semester 1 kemah di Pantai Glagah kami bertiga bisa foto berpelukan macam ini:")

Monday, 17 February 2014

Sunday, 16 February 2014

160295: Putri Maesa Aryani

Hai, Putri.
Lagi ulang tahun ya?

Ngga kerasa ya tahun ini udah 13 tahun sejak kita resmi berpisah.. Setelah kurang lebih dua tahun lamanya kita berjumpa setiap harinya di TK Taruna Al Qur'an 2. Aku tidak ingat bagaimana awal pertemuan kita, yang jelas seingatku kita sudah bersama-sama sejak kelas A1 hingga kelas B1. Untuk anak TK kita terhitung rajin ya, Put wkwk gimana engga? Udah masuk jam 07.30, pulangnya jam 15.30. Makan siang, tidur siang dan mandi sore di sekolah. Sekolah terasa bagaikan rumah.

Apa kamu masih suka nonton drama asia, Put?
Aku masih sesekali loh. Dulu waktu TK kamu kan yang menularkan virus hobi nonton dramamu padaku. Drama yang sedang hitz waktu itu adalah Putri Hwang Tzu. Dulu, kamu adalah yang paling hafal dengan setiap episode dramanya. Kamu juga yang paling hafal dengan lagu-lagunya, adegannya hingga berimajinasi menari-nari diantara salju. Bahkan kita berdua dan Intan pernah memperagakan Drama Putri Hwang Tzu pada jam istirahat. Semua itu dibawah skenariomu, Put hahaha :p

Kenangan masa kecil itu sebelum kita benar-benar tak berkontak. Hingga enam tahun lalu, facebook mempertemukan kita berdua. Kita saling berkenalan, dan ternyata kita sudah saling mengenal bukan? Dari situ berbagai rencana perjumpaan telah kita susun dengan rapi, semua hanya berujung dengan tapi. Bahkan hingga masa putih biru telah resmi kita lewati. Masa putih abu-abu kita sudah sibuk sendiri-sendiri, kamu yang berada dalam belenggu akselerasi, sedangkan aku dengan berbagai kegiatanku yang membuatku pusing sendiri.

Dan akhirnya, 2012 lalu kita benar-benar bertemu, tepatnya setelah kamu dinyatakan lulus dan diterima di universitas impianmu. Aku, kamu dan Noris. Kita yang masih sama-sama kaku, pada pertemuan pertama setelah sepuluh tahun tak bertemu. Untunglah ada Noris yang mencairkan tembok es beku yang membentang tinggi di antara aku dan kamu.

Sebulan setelah itu, kamu baru saja mendapatkan jas almamater universitasmu. Kita berdua bertemu di lantai 3 Subha Galeria, bersama-sama menunggu Intan Nuria, yang ternyata dia mungkin lupa. Lagi-lagi rencana kumpul bertiga berakhir wacana.

Setelah dua pertemuan itu kita belum bertemu lagi ya, Putri... Mungkin karena saat ini kita sedang sama-sama berlari untuk memperjuangkan sesuatu bernama mimpi. Ihik.

Semoga di sembilan belas tahunmu ini kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, membahagiakan orang-orang yang ada di sisi dan terus menebarkan manfaat bagi siapa saja. Satu lagi, semoga pada generasimu nanti pertanian Indonesia bisa jauh jauuuh lebih maju dari sekarang. Aamiin aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Insya Allah secepatnya kita harus ketemu lagi ya.

Selamat ulang tahun, Putri Maesa Aryani.

41 42

Hai, 41 42.
Jujur, aku tidak tahu persis bagaimana keadaan kalian di sana. Bagaimana perjuangan kalian seharian hari Sabtu kemarin untuk memperjuangkan apa yang telah lama kalian perjuangkan. Untuk mempertahankan apa yang telah orang-orang di luar sana nantikan; sorak sorai teriakan-teriakan kebahagiaan dukungan untuk almamater kebanggaan. Tapi, izinkan aku untuk sekedar menuliskan ini...

Sebagai manusia, kita memang tidak pernah tahu apa saja yang telah Tuhan gariskan untuk setiap detik yang akan datang. Begitu pula dengan kemarin. Segala usaha telah kalian upayakan, segala kemungkinan pun aku yakin kalian juga pertimbangkan. Dan, memang.. manusia hanya bisa mengusahakan, sedangkan segala hasil ada di tangan Tuhan. Meskipun hanya tentang serpihan debu yang berhamburan.

Setiap manusia adalah pribadi yang unik. Pribadi dengan sikap, sifat dan pola pikir yang berbeda. Begitu pula cara pandang dan penyampaian mereka dalam berpendapat. Kalian yang sedang berada pada jalur yang sama dan memperjuangkan hal yang sama saja bisa berbeda pendapat, apalagi mereka yang berada pada jalur yang berbeda dari kalian.

Tetap semangat ya semuanya. Perjalanan kalian masih panjang, jangan jadikan kejadian kemarin sebagai alasan untuk tidak semangat lagi. Jangan pula tumbang akan segala aura negatif yang ditujukan untuk kalian, jadikan semua itu sebagai sumber kekuatan. Aku percaya kalian telah mempertimbangkan dengan baik sebelum mengambil keputusan itu. Segala keputusan memang ada konsekuensinya, siapkanlah hati kalian dengan lapang untuk menerima segala kemungkinan yang ada. Jangan hanya dipandang negatifnya saja ya. Anggap saja ini semua salah satu bentuk anugerah dari-Nya untuk lebih menyatukan kalian, supaya persaudaraan diantara kalian semakin erat.

Percayalah bahwasanya badai pasti berlalu. Semangat terus untuk rentetan yang masih menanti di depan mata. Aku yakin kalian bisa.

Saturday, 15 February 2014

Abu Vulkanik

Hai, Abu.
Sudah dua hari kamu kelihatan nyaman sekali mampir di kotaku. Kalau tidak salah, angin membawamu terhembus sampai Bandung juga ya? Subhanallaah sekali ya. Padahal dalam peta, Jogjakarta, Jawa Tengah maupun Bandung jauh jangkauannya dari Kediri. Malang (walau hanya sebagian sepertinya, yang aku maksud adalah daerah di mana saudaraku tinggal), yang jaraknya terhitung lebih dekat justru tidak terkena hujan abu layaknya di sini.

Abu,
aku sudah membersihkan sebagian jiwamu *halah* yang menempel di teras atas dan teras bawah rumahku. Ayahku juga telah membersihkan halaman depan rumah yang kamu hinggapi itu. Bahkan, tanaman-tanamanku yang tertutup rapi olehmu. Tapi..... baru saja aku pulang, kamu kembali mendiami tempat-tempat itu. Padahal jelas sekali tadi pagi aku dan ayahku sudah mengusirmu dari situ.

Abu,
tolong beritahu kami bagaimana cara memindahkanmu ke tempat yang lebih nyaman. Beritahu kami di mana tempat itu dan dengan kendaraan apa kami bisa memindahkanmu secara baik-baik. Kami ingin segera memulai aktivitas kami, Bu. Jalan raya dan bangunan-bangunan pun juga begitu.

Abu,
aku tidak sedikitpun menyalahkanmu kok. Aku hanya memohon supaya kamu mau dipindahkan; diusir dengan terhormat. Begitu, Bu. Semoga kamu mengerti ya. Oh iya, aku ingin berterimakasih padamu. Kalau tidak salah ingat, tanah yang terkena serpihanmu akan menjadi lebih subur kan ya? Untuk itu, terima kasih ya Bu telah mampir di tanah sekitarku.

Sepertinya ini juga pelajaran untuk kami semua, Bu. Banyak kan para petugas kebersihan entah di jalanan, sekolahan, kampus atau tempat-tempat lain yang sering berulang kali membersihkan tempat yang ia bersihkan hanya karena dikotori lagi oleh orang-orang yang tak merasa berdosa.

Misalnya pak-pak yang menyapu jalanan, banyak pengguna mobil atau motor yang seenaknya buang sampah sembarangan. Mereka melakukan itu seolah tak berdosa, mereka tidak tahu bagaimana pengorbanan pak-pak yang menyapu jalanan itu. Belum lagi cleaning service, banyak yang menginjak lantai dengan sepatu penuh lumpur. Padahal, baru saja dipel dengan kinclong. Kini, semua seakan diratakan untuk merasakan. Kamu yang sudah dibersihkan, dengan enaknya datang lagi dari atas genting dan pepohonan tinggi. Membuat kami semua harus membersihkanmu lagi, bahkan berulang kali. Semua memang ada hikmahnya ya, Bu.

Semoga saja kamu tidak lama-lama bernyaman ria di kotaku. Begitu juga dengan kota-kota lain yang sedang kamu kunjungi saat ini. Semoga keadaan kembali seperti semula agar aktivitas harian dapat terlaksana dengan baik. Aamiin.

Friday, 14 February 2014

#PrayForKelud

Sekitar 1,5 jam yang lalu aktivitas Gunung Kelud dinaikkan dari waspada menjadi awas. Tak lama setelah itu, Gunung Kelud meletus. Dentuman letusannya pun terdengar hingga Jogjakarta. Kabarnya, warga sekitar telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Media juga mengabarkan bahwa sudah terjadi lima kali letusan disertai hujan kerikil. Jarak pandang di sana pun hanya 5 meter saja. Seberapa tebal ya kabutnya? Seberapa keras pula dentuman yang terdengar di sana? Apakah mereka menyaksikan guratan kilat dari Gunung Kelud? Allahu Akbar :"

Fyi, Gunung Kelud merupakan gunung yang sulit ditebak. Ia tak seperti Merapi yang memberikan kode melalui gempa vulkanik. Gunung Kelud tidak mengkode dengan gempa, dia diam-diam tapi membahayakan. Tidak ada pertanda yang signifikan, tetapi tiba-tiba statusnya dinyatakan dinaikkan. Tak heran bila gunung ini termasuk 4 gunung api yang letusannya paling berbahaya di Indonesia.

Begitu kurang lebih menurut kabar yang saya baca dari beberapa acc petualang seperti NGI ataupun tempo dan kompas.

Kelud, baik-baik ya. Segeralah mereda dan jangan renggut saudara-saudara di sekitar sana. Ajak juga sahabatmu; Sinabung. Semoga kalian berdua bisa saling telepati untuk serentak menghentikan letusan. Dan untuk warga sekitar Kelud.. semoga senantiasa dikuatkan dan dilindungi oleh-Nya. Aamiin.

Surat cinta hari ini (14 Februari 2014) saya tujukan untukmu, untuk kalian; Gunung Kelud, tim pemantau, tim SAR dan warga sekitar Kelud. #prayforkelud

Tuhan, jangan biarkan Indonesia menangis terlalu lama...

Thursday, 13 February 2014

Kakak Calon Rimbawati: Diani Santi Nuswantari

Hai mbak Dianich! *greeting paling alay nih wkwk

Apa kabar mbak calon rimbawati yang kece badai gilak? Yakinlah pasti mbak Dianich baik-baik saja. Aneh sih, alay sih, tapi emang udah terbiasa gituh manggil mbak Dianich. Habis mbak Dianich manggil aku Bariroch sich. 

Kita dulu kenal pertama di teater kan ya mbak? Sama-sama main saron di karawitan. Tapi sebelumnya aku pernah liat mbak Dianich loh waktu pagelaran itutuh mbak Dianich jadi..... *sensored* wkwkwwk yakin banget nggak mau disebutin kan mbak? Pertamanya biasa aja ya mbak. Kita cuma nyapa-nyapa aja ya mbak ya.

Semua berubah seketika waktu kita berdua sama-sama jadi panitia DEBUT 2011. Dirimu dengan teganya mendirikan gerakan BUBAR bersama mbak Nimas, mbak Lala, mbak Dea dan Trisa. Kalian semua dengan teganya membully aku habis-habisan. Setiap aku ngomong didiemin terus diketawain. Ih nggak tau itu kenapa, apa yang salah dari aku :( tapi ngga papa, sekarang gerakan ini udah beneran BUBAR ditelan zaman. Alhamdulillaah:")


Sunday, 9 February 2014

Libur Semester Ganjil

Disaat beberapa kampus lain sudah memulai semester genap mereka, kampuskujustru baru saja memasuki liburan semester ganjil. Aku baru saja berjumpa denganmu (lagi) bukan, Bur?                      

Pada liburan semester ganjil ini, aku ingin kamu:
1. Menjadi liburan yang produktif, maksudnya aku tidak hanya membuang kebersamaanku denganmu hanya dengan luntang-luntung di rumah tanpa melakukan hal bermanfaat. Setidaknya aku bisa melalui hari-hari bersamamu dengan sesuatu yang bermakna meski hanya di rumah saja.
2. Memberikanku kebugaran lebih atau bisa kusebut dengan #LiburanSehat, setidaknya paling tidak seminggu dua kali aku bisa jogging entah pagi atau sore hari. Bisa berenang seminggu sekali meski hanya satu sampai dua jam saja. Makan tepat waktu 4sehat5sempurna tiga kali sehari. Tidur cukup, malam paling tidak 7-8 jam dan 30 menit di siang hari. Dan tentunya jalan-jalan, penyegaran mata dan pikiran! Ya kan? Mari jelajahi Jogjakarta dan sekitarnya sebelum menjelajahi Indonesia kemudian dunia. Karena langkah besar berawal dari langkah kecil bukan? Yuhuuu~
3. Belajar menjadi anak rumahan yang baik. Ketauan deh jarang di rumah, haha. Aku ingin hari-hariku bersamamu tidak hanya manis-manis menyenangkan saja, tidak penuh hura-hura. Aku ingin bisa merombak kamarku, membersihkan rumah dengan tenagaku, menyiram tanaman hingga memasak. Semua akan kulalui bersamamu kan, Bur? :")
4. Bersilaturahmi dengan keluarga, teman TK, SD, SMP hingga SMA. Tolong ingatkan aku untuk datang pengajian keluarga besar yang sudah hampir enam bulan aku tidak pernah hadir ya, Bur. Aku rindu keluarga besarku, padahal sewaktu SD hingga kelas dua SMA aku termasuk salah satu dari cicit/cucu yang paling rajin hadir u,u bertemu teman TK sepertinya sedikit susah, tapi kamu mau membantuku mengusahakan kan? Teman SD sudah sempat bertemu, tapi kalau bisa lagi akan lebih menyenangkan hati hihi. Untuk teman SMP, tadi malam aku baru saja berjumpa adik-adik kesayangan. Ditraktir makan wiiii. Dan yang terakhir, teman SMA sepertinya yang kemungkinan paling sering akan menghabiskan waktu bersama, bersamamu juga, Bur hihihi
5. Lebih sering me-time. Disini me-time dalam artian berbicara pada diri sendiri, sinkronasi antara pikiran dan hati. Mengenal lebih dalam diri sendiri dengan mempersering berkontemplasi. Semoga diri ini bisa senantiasa menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya ya, Bur. Bantu aku ya :"D

Sekian dulu keinginan-keinginan-ku akan hari-hari indah bersamamu sebulan ke depan, Bur. Semoga dapat terwujud ya semuanyaaaa tanpa terkecuali. Mohon sekali kerjasamanya ya. Terima kasih.

Salam bahagia,
Pasanganmu sebulan ini.

Saturday, 8 February 2014

Untuk Ian dan Azka


Untuk Azka Aditya & Rifqi Afrian Ghiffari.
Di Jalan Grafika 2 Yogyakarta.

Awalnya  biasa saja, bertemu hanya sekedar bertegur sapa. Satu kelas saling membantu dalam mengerjakan tugas-tugas yang ada. Hingga hinaan dan rentetan event kelas dua yang tiada henti membuat kita menjadi sebegitu dekatnya.

Aku tak menyangka banyak yang berbeda dalam memandang diriku, termasuk kalian. Kalian bilang aku menyeramkan, misterius dan membuat segan. Kalian bilang awalnya kalian merasa segan bila berbicara dan bercengkerama denganku. Beberapa orang juga bilang aku mistrius, galak dan sebagainya. Hingga akhirnya pada suatu malam beberapa sahabat mencari-cari kekuranganku dan membuat hinaan yang semi bercanda untuk menetralkan rasa.

Semenjak malam itu, hinaan menjadi menyebar rata seolah semua tahu akan apa yang dibicarakan. Namun, ada yang lebih parah. Kalian berdua memperparah segala keadaan. Lebay memang, tapi kalian membuat hinaan dan menyebarkannya ke hampir satu angkatan. Aku sering dicaci di dalam kelas, di luar kelas maupun di hadapan teman sepermainan. Dan itu berkat kebaikan kalian kan?-___-

***

Heeei Ian Azka!
Ejekan menyebalkan yang kalian sebarkan berjalan hingga sekarang bukan? Bzzzzt. Cercaan dan kejahilan kalian yang merembet kemana-mana ini ternyata cukup menghiburku. Aneh memang, tapi memang begitu adanya. Terkadang aku ikut tertawa ketika kalian menghinaku. Tertawa untuk apa? Ya, untuk menertawakan diri sendiri. Karena menurutku itu lucu dan aku ikut terhibur. Sadar atau tidak sadar itu adalah salah satu sumber hiburan ketika aku dilanda galau mendalam akan tiga huruf yang menyita waktu kelas dua SMA.

Friday, 7 February 2014

Power Rangers


Power rangers adalah serial televisi tentang lima penyelamat kota yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. Lalu, siapa yang dimaksud Power Rangers dalam surat ini? Silakan bisa ditanyakan pada Gatra Dewa Oktananda, karena dia yang memberikan nama :))

***

Kepada empat rekan rangers saya,
dimanapun kalian berada.

Kita bukan pahlawan layaknya para rangers dalam serial televisi kan ya? Kita juga tidak menyelamatkan apa-apa dalam misi kita. Hanya....menyelamatkan diri dari ego tinggi dan emosi yang membara di hati #tsah. Namun, kini kita telah berpisah. Kita punya jalan masing-masing untuk ditapaki demi terwujudnya mimpi-mimpi.

Hai Ranger Biru,
kamu kini berada di kampus yang sama seperti namamu. Kampus biru.
Kamu... calon Public Relation masa depan, atau malah calon sastrawan dan sutradara handal? Ah, tidak ada yang tahu kan. Kamu teman debat yang paling sulit ditaklukan diantara ranger lainnya. Kamulah yang peling beda pendapatnya denganku diantara tiga ranger lainnya. Perbedaan itulah yang kini justru menyatukan kita untuk saling bertukar pikiran untuk menambah pengetahuan akan pemikiran.
Biru, sukses selalu untuk kuliah, event dan part time mu ya!

Merah muda yang jauh di sana apa kabarnya?
Aku harap kamu baik-baik saja. Merah muda identik dengan warna bunga yang bermekaran di taman. Seperti kamu sekarang yang melanjutkan studimu di kota kembang sana. Calon programmer handal yang terobsesi menciptakan program yang memudahkan para kpopers dan ingin menginjakkan kaki di negeri gingseng. Kamu adalah ranger yang paling sependapat denganku bukan? Ranger yang sangat aku rindukan.
Baik-baik di kota kembang ya, merah muda. Semoga secepatnya kita dapat berjumpa.

Merah, yang paling berani diantara kami.
Salah satu partner terbaikku pada waktu itu. Kamu yang paling tenang dan penuh ide disaat aku dan tiga ranger lain sudah mentok. Kamu sama seperti merah muda, sering kali sependapat dan sepemikiran denganku. Bertolak belakang dengan si biru yang kini berada di kampus yang sama denganmu. Satu rumpun. Kamu, calon pengusaha sukses penerus usaha mebel keluargamu. Pemimpin di setiap tempat yang pernah kau tinggali dan dapat kau juluki sebagai rumah. 
Sukses selalu untukmu, Merah.

Yang terakhir untuk Hitam.
Kamu yang paling lucu dan hiperaktif. Bisa menetralkan keadaan dengan segala kekonyolan. Terlihat seolah kekanakan tapi ternyata menyimpan sisi kedewasaan. Kamu itu random hahahaha. Kadang datang tak diundang, kalau dicari justru menghilang. Sering kali menyusahkan karena ketidakpastian dan tidak membalas pesan. Disamping itu, kamu paling multitalenta. Bisa angkat-angkat, bisa jemput-jemput, bisa manggil-manggil, teriak-teriak, main musik dan segala keahlian unik lainnya. Kamu salah satu calon raja minyak sukses jebolan kampus seturan sana, bukan?
Hitam, sukses selalu dan jangan pelit pulsa ya!

Tiga sampai empat tahun lagi, 
semoga kita bisa kumpul komplit berlima di hari kelulusan masing-masing dari kita nanti. 
Jangan pernah lupakan segala kenangan pahit hingga manis yang pernah kita jalani. Dari pulang malam tiap hari, pertemuan di rumah merah muda, martabak, candaan tuk menurunkan tensi hingga obrolan dari hati ke hati.
Sekian dulu surat dariku ini. Semoga kalian baca ini suatu hari nanti.

Salam kangen dari sini,
Ranger Kuning.

Thursday, 6 February 2014

Kepada Kota Kelahiran Tercinta, Jogjakarta

Teruntuk kota kelahiran saya,
Jogjakarta.

Kurang lebih delapan belas tahun lalu aku lahir ke dunia di salah satu rumah sakit swasta di Jogja. Betapa banyak cerita yang mewarnai hidupku dari bayi, balita hingga di penghujung remaja. Hari berganti menjadi minggu, minggu menjadi bulan, dan bulan menjadi tahun. Tahun demi tahun berlalu, banyak yang telah berubah dari Jogjaku.

Dari jaman andhong masih banyak berjejer di Pasar Kotagede. Hanya dengan Rp 3.000,00,- saja pak kusir dan kudanya bisa mengantarku hingga perempatan Jalan Ibu Ruswo. Dilanjutkan jaman-jaman dimana anak SD hingga SMP yang gemar ngebolang hafal jalur bus kota sana-sini. Hingga datang masa dimana trans jogja mulai mendunia di jalanan Jogja. Menggantikan bus kota di hati para pelajar dan mahasiswa. Tak lupa, gerakan sego segawe yang nge-hitz pada masa ketika Pak Herry Zudianto menjadi wali kota.

Betapa nyamannya Jogjaku waktu itu, tidak ada polusi yang menyesakkan pengguna jalan. Pengendara kendaraan bermotor yang ramah, jalanan yang nyaman serta pepohonan di pinggiran yang meneduhkan para pejalan. Tapi itu dulu, sebelum Jogjaku berubah menjadi kota semi metropolitan dengan gedung-gedung tinggi yang kian mendominasi. Klakson kendaraan yang kudengar sana sini. Polusi mulai menyebar mengotori kenyamanan pengguna jalan, hingga pengalihan lahan pertanian menjadi bangunan.

Jogja butuh taman, Jogja butuh sesuatu yang hijau dan menghijaukan. Seperti papan kota Jogja di jalanan yang identik dengan warna hijau yang meneduhkan. Jogjaku kini tak lagi nyaman, jogjaku penuh sesak akan keramaian jalan dan pembangunan gedung-gedung pusat perbelanjaan.

Jogjakarta, tolong...
Tolong kembalikan Jogjaku yang nyaman.