Monday, 31 March 2014

Pagelaran Lustrum 8 Teater 10: BANJIR


#latepost #mumpungmasihMaret

Setiap tahunnya, Teater 10 SMAN 8 Yogyakarta menyelenggarakan Pagelaran Tunggal di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Kebetulan, Pagelaran Tunggal tahun ini bertepatan dengan lustrum SMA 8, sehingga namanya bukan Pagelaran Tunggal, melainkan Pagelaran Lustrum. Ada yang berbeda dari pagelaran biasanya, yaitu pemain pagelarannya. Tak hanya siswa/i SMA8 saja yang dapat berpartisipasi, alumni, bahkan guru pun bisa turut serta terlibat dalam pentas.

BANJIR.
Sebuah naskah karya Mas Sutriswaya (pelatih teater 10), yang memang dipersiapkan untuk Pagelaran Lustrum Delayota. Naskah ini tergolong rata, maksudnya rata dalam segi peran pemain. Tidak bisa benar-benar dimutlakkan siapa yang menjadi pemeran utama, karena menurut saya beberapa dari pemain memegang peran penting pada scene nya masing-masing.

Cerita dimulai ketika AL-EL-DUL muncul dan mengeluhkan keadaan sungai yang mulai tercemar. Saya tidak akan menceritakan detailnya (maaf ya:p), tapi yang saya ingin sampaikan adalah...joke yang mereka buat di awal cerita oke tuh. Dan..itu beneran lucu, saya aja ketawa loh! Hehehe (btw nih ya, saya tergolong orang yang tipis banget sense of humornya, nonton running man aja gapernah ketawa, malam minggu miko juga.)


Wednesday, 26 March 2014

DelArt#8: Regrowing Earth




Delayota Art merupakan pameran seni tahunan yang diadakan oleh SMA Negeri 8 Yogyakarta. Pameran seni ini berisi lukisan siswa/i SMA 8 dari kelas X hingga kelas XII, bahkan guru dan alumni pun ada yang berpartisipasi urun karya untuk dipamerkan. Tak hanya lukisan, foto-foto hasil jepretan siswa/i delayota juga mengisi beberapa sudut pameran, ada juga robotik, hasta karya rumah-rumahan hingga lampion-lampion dan hal-hal unik lainnya.

Selain itu, Delayota Art juga mengadakan berbagai lomba untuk anak TK hingga usia kerja. Mulai dari lomba melukis, mewarnai, band hingga cinematografi. Yang menarik dan berbeda dari DelArt edisi lustrum VIII kali ini adalah... ada bagi-bagi pohon mini GRATIS! Setiap pengunjung--yang di pintu keluar akan mengisi buku kesan dan pesan--bakal dikasih satu pohon mini yang dihimbau untuk ditanam. Harapannya bisa sedikit membantu mengurangi global warming dengan penghijauan. Sesuai tema DelArt kali ini; Regrowing Earth. 

Sunday, 9 March 2014

Sore di Pantai Depok


Pantai Depok, sore itu.
Pantai adalah salah satu tempat yang menentramkan versi saya. Terlebih apabila dinikmati pada sore hari. Pemandangan langitnya nampak luas membentang disertai iringan ombak yang lantang.

Sore itu, selepas menyaksikan Jogja Air Show di Pantai Depok. Saya, beserta teman-teman memutuskan untuk menikmati sore di Pantai Depok. Memang, mulanya kami merencanakan akan pergi ke suatu tempat dengan sunset yang indah selepas dari Depok. Namun setelah dipikir-pikir, waktunya sangat tidak memungkinkan apabila kami harus berpindah tempat. Kami takut jikalau justru tidak mendapat sunset sama sekali.

Pergulatan jingga dan langit senja mulai mempertunjukkan aksinya. Kami, akhirnya memutuskan berjalan ke pinggiran pantai untuk menikmati senja. Ternyata tidak seburuk yang saya duga. Mulanya saya sempat meremehkan pantai berpasir hitam, tapi ternyata guratan jingga yang disuguhkan tak kalah cantik dengan pantai berpasir putih.

Jogja Air Show 2014

Kurang lebih satu minggu yang lalu, saya dan beberapa teman menghabiskan sore di Pantai Depok untuk menyaksikan Jogja Air Show. Jogja Air Show merupakan kontes aeromodelling tahunan yang digelar di Pantai Parangtritis-Parangkusumo-Depok. Tahun ini acaranya dilaksanakan pada 28 Februari-2 Maret 2014 dengan tema "Pelangi Nusantara".
Kami datang kemari pada tanggal 1 Maret 2014 pukul 15:00 WIB. Saat acaranya berakhir. Kesalahan sepele, dikarenakan Ibul salah melihat jadwal. Ibul mengira acara ini akan berakhir pukul 17:00. Sayang sekali kami melewatkan atraksi-atraksi menarik, tapi tak apa. Kami masih bisa menyaksikan beberapa atraksi terakhir.

Sunday, 2 March 2014

Berakhir Pekan di Wanagama



Jogjakarta memang kota yang kecil, bahkan paling kecil dibandingkan dengan empat kabupaten lain yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota sudah mulai tercemari polusi kendaraan, kebisingan klakson dan pengalihan fungsi lahan kosong menjadi gedung-gedung besar. Namun jangan salah, di Kabupaten Gunung Kidul masih banyak tempat-tempat nyaman nan indah yang dapat dikunjungi untuk mengobati kejenuhan di Kota. Hutan Wanagama salah satunya.

Wanagama merupakan hutan buatan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang terletak di Wonosari, Gunung Kidul. Dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor kurang lebih 1,5 jam dari Kota Jogjakarta. Tinggal ikuti jalan saja dari Jalan Wonosari menuju Wonosari kota hingga ada perempatan lampu merah yang ada plang ke kanan menuju Wanagama, kemudian belok kanan dan ikuti penunjuk jalan. Hutan ini sering disewa oleh umum untuk mengadakan perkemahan.

Seperti halnya sekolah saya pada tahun 2012. Saat itu, saya dan teman-teman saya tengah duduk di bangku kelas sebelas. Kami sebagai panitia kemah, memilih wanagama sebagai bumi perkemahan. Jauh-jauh sebelum hari-H kami sering mendatangi wanagama untuk survey rute jelajah dan mempersiapkan segala hal. Enam hingga sepuluh hari minggu kami sepanjang Februari hingga Mei kami habiskan untuk survey rute jelajah di sini. Ketidakpastian cuaca menjadi kendala kami sehingga harus mengunjungi hutan ini berkali-kali.