Monday, 22 September 2014

Second Year

Hari ini telah memasuki minggu ke tiga bulan September. Itu artinya, kegiatan perkuliahan saya di tahun yang ke dua akan segera dimulai. Rutinitas ngelaju membelah Jogja dan rentetan kewajiban kuliah siap menanti di depan mata.

Tahun ajaran baru, semester baru. Tentunya; semangat baru juga.

Waktu berjalan lebih cepat dari yang kita bayangkan. Siapa sangka ini sudah tahun kedua saya kuliah, artinya kalau saya ingin lulus tepat waktu 4tahun, waktu saya hanya tinggal 3 tahun lagi. Masih begitu banyak target yang belum saya capai, sedang waktu yang saya punya tidak banyak. Saya nggak mau hanya jadi sarjana yang asal lulus dengan nilai baik saja tanpa dibumbui pengalaman berharga di dalamnya.


Masih ada waktu, masih banyak kesempatan, dan harapan saya masih terus membentang. Percikan semangat dan mimpi ini, mencari celah untuk mengobarkan gemerlapnya. Biarlah beruntun kegagalan yang telah lalu menjadi pelajaran untuk lebih berani dan berhati-hati dalam melangkah. Saya tidak lagi takut gagal, tahun kedua ini saya akan lebih banyak mencoba dibanding kemarin. Tentunya, dengan lebih menyertakan Dia dalam setiap langkah yang saya ambil. Kalau kata Hijab Alila, ketika satu pintu tertutup akan ada pintu lain yang terbuka. Allah bersama orang-orang yang terus berusaha. Besar harapan, dipostingnya tulisan ini membuat semangat yang nulis lebih terpacu (syukur-syukur yang baca juga).

Semester tiga akan menjadi semester seru. Dua mata kuliah dengan 4sks, praktikum yang berbeda, jadwal lebih padat dan tentunya pelajaran yang akan jauh lebih menyenangkan. Semester dengan target baru. Berusaha lebih bijak dalam hal manajemen waktu. Semester yang tidak akan saya sia-siakan begitu saja.

Bahagia bisa bertemu denganmu; selamat datang semester tiga. :)

Wednesday, 10 September 2014

Wonderful Museum: Museum Konperensi Asia Afrika


source: http://palingindonesia.com/semangat-bandung-untuk-dunia-museum-konferensi-asia-afrika/

Masih ingat pelajaran sejarah SMA? Gedung ini adalah salah satu saksi sejarah yang tertera dalam materi sejarah yang kita pelajari waktu SMA, Konferensi Asia Afrika. Inilah Museum Konperensi Asia Afrika, terletak di Jalan Asia Afrika 65 Bandung. Lokasinya yang berada di tengah kota Bandung membuat saya tidak heran apabila lalu lintas jalan di sini sangatlah padat, meskipun jalannya satu arah. Selain bersebelahan persis dengan Gedung Merdeka, museum ini juga tidak jauh dari Jalan Braga, Monumen Bandung Lautan Api (yang letaknya di Jalan Otto Iskandardinata *cmiiw ya*) dan Stasiun Bandung.

Thursday, 4 September 2014

Dibalik Tanpa Suara

Dua hari yang lalu, salah seorang teman saya harus kembali ke Malaysia karena liburannya sudah selesai. Saya ikut mengantarnya ke Bandara. Ketika teman saya sedang check in, saya diajak ngobrol oleh Ayahnya. Hanya berawal dari bertanya nama dan di mana saya kuliah hingga pada akhirnya merembet ke topik makna hidup.

Satu hal yang paling saya ingat, yaitu cerita beliau ketika bertemu dengan tuna netra. Beliau bilang, kalau tuna netra itu sebenarnya beruntung dan mempunyai kenikmatan yang besar. Kenapa? Sadar atau tidak, bahwasannya banyak zina dan kemaksiatan yang bersumber dari mata. Dengan ketidakmampuan orang tersebut untuk melihat, Tuhan ingin melindungi dia dari kemaksiatan yang bersumber dari pengihatan. Di akhirat kelak sang mata tidak perlu memberi kesaksian akan dosa yang diperolehnya.

--

Hari ini, saya dapat bonus pelajaran lagi. Alhamdulillah.
Kebetulan sudah hampir tiga minggu saya mengisi liburan dengan ikut volunteering di Festival Kesenian Yogyakarta. Tadi, divisi saya mengadakan lomba melukis untuk remaja yang pesertanya beragam. Beberapa diantara mereka adalah anak dengan kebutuhan khusus.

Tuesday, 2 September 2014

Mel

Aku bakal kangen.....
"Bariiiii, ayo belajar bareng :]"
"Sesuk ujian praktek perancis aku raiso opo2 bar"
"Bar, aku raiso turu ki"
"Besuk ngerjain lukisannya pulang sekolah aja"
"Bariiiii semangat! :] -Mely-"
"Bar kenapa ya kalo aku baca Al Quran bisa sampe nangis? Padahal aku gatau artinya"
"Bariiii ibuku nanyain kamu kok udah gak pernah main lagi. Apa kabar? Baik to bar?"
"Bar, ini bapakku telepon minta ngomong sama temenku. Nih kamu ngomong ya"
"Yowis nginep omahmu wae bar, tak sms ibuku sik"
"Waduh, aku telat krsan ki bar. Mosok aku muk iso jupuk sks sitik, tak kira ki isih iso. Njuk kapan luluse bar nek koyo ngene. Pie iki bar, ayo terke ning omahe kancaku cedak mandala krida"
"Koe nek meh ngucapke aku ulang tahun ki ucapke wae-___-"
"Bariiiii kamu apa kabar? Besuk September pertengahan aku mau naik Lawu sama temen-temen kuliah. Seneng banget bar akhirnya diijinin naik gunung. Kamu gimana bar?"
"Bar aku tak nggulung-nggulung sek yo~"
"Ngekek"

......masih banyak lagi.