Tuesday, 19 May 2015

dolor hic


Apa itu dolor hic?
Itu semacam.... 
dieser schmerz
deze pijn
cette douleur
questo dolore
esta dor



...this pain.
Rasa sakit ini. #ea



Kalo kata Adam Smith, perasaan manusia itu bagaikan lautan pemahaman yang seringkali melampaui pertimbangan-pertimbangan rasional. Betapa manusia itu punya dimensi dan potensi yang sangat luas dalam diri mereka. 
Kok berat ya.
Hmmm memang terkadang hidup akan nampak lebih berat ketika kita berfikir terlalu berat. Memandangnya terlalu serius dan memegang segalanya erat-erat. Bikin benak makin penat.

Pernah nggak sih kamu benci, kesel, bete, marah, dan merasakan segala aura negatif dari diri sendiri? Semua yang kamu rasa itu berpengaruh ke keseharian kamu, nggak cuma sikap, tapi juga perkataan, kebiasaan, sampai ke tanggung jawab.

Parahnya, setelah ditelusuri...
penyebabnya cuma karena kamu belum bisa mencabut akar dari sesuatu. Kamu belum sepenuhnya move on. Eits, move on nggak selamanya cuma tentang cinta loh ya. Move on dalam hal lain yang menyebabkan kamu terhambat untuk produktif. 

Saat dimana kamu merasa tidak cocok dengan segala hal.
Saat rasanya segala hal itu kurang, tidak menyenangkan, dan apapun itu. When your own self feels like you were waste your potential. You oftenly blaming everything around. When you just hate yourself and don't know why; don't know what you really wanted to do.

Kamu yang sedang tidak bisa mengatur waktu dengan baik,
yang sedang tidak bisa mengontrol perkataan dan perbuatan,
yang sedang tidak bisa mengendalikan emosi,
yang sedang tidak bisa bertanggung jawab pada pilihan,
yang sedang tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik,
dan yang lebih parah...
kamu yang sedang merasa kehilangan dirimu sendiri entah sejak kapan dan sampai kapan.

Dan itu




.....menyedihkan.

Rasa sakit ini.... 
Perfer et obdura, dolor hic tibi proderit olim  -Ovid
Be patient and tough, someday this pain will be useful to you. Katanya, tetaplah bersabar dan menjadi pribadi yang tangguh. Suatu hari nanti yang aku juga nggak tahu kapan, segala rasa sakit ini akan menjadi bermanfaat untuk dirimu sendiri. Bahkan mungkin dapat juga memotivasi orang lain.

Kita nggak pernah tahu gimana Tuhan akan memutar-balikkan keadaan. Yang tadinya negatif bisa menjadi sesuatu yang positif dan sebaliknya. Bahkan, kesalahan yang kita buat sendiri pun terkadang nggak sepenuhnya salah. Kesalahan-kesalahan itu memang harus terjadi agar kita sadar, kalau memang manusia itu tempatnya salah. Kalau memang cuma Tuhan Yang Maha Benar. Kalau manusia nggak bisa pakai selalu, manusia nggak memiliki hak paten atas apapun. Bahkan atas segala sesuatu yang sifatnya datang dari diri mereka sendiri. Cuma Tuhan yang punya kata selalu, cuma Tuhan yang punya sifat mutlak.

Mungkin suatu saat nanti segala yang aku rasa dan alami sekarang akan menjadi motivasi untuk diriku sendiri dan orang lain. Dan sekarang, aku harus siap menerima segala konsekuensi atas ketidak-konsistenan-ku sendiri belakangan ini. Semoga saja bisa menjadi tamparan keras lain yang kembali melukai pipi, tentunya untuk lebih baik, lebih bijak, dan lebih hati-hati. Yang paling penting lebih menikmati proses, tidak tergesa-gesa. Sugesti dan berjuang buat tetep sampai puncak meski selama mendaki tergelincir berkali-kali. Tidak menyerah walau jatuh, tidak mudah putus asa. Kalo kata Dee, your strength is simply your will to go on. Kalo jatuh, ya bangun lagi. Bangun terus sampe bener-bener berdiri tegak.
Terbentur. Terbentur. Terbentuk. -Tan Malaka
".....boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu...”
(2:216) 

Tulisan ini sengaja dibuat sebagai persembahan untuk  diriku dimasa depan. Bahwa aku pernah berada pada saat sulit untuk mencoba bersemangat dan bersyukur.

2 comments:

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)