Monday, 19 January 2015

Sherina - Aku Beranjak Dewasa


Dimalam yang sunyi dan sesenyap ini
Dapatkah kumohon pada Yang Esa
Masihkah tampak manis raut wajahku
Masihkah seputih kapas dihatiku
Bilakah tak kukoyak mata hatiku
Oh mungkinkah


Begitu besarnya kasih-Mu untukku
Karunia dari-Mu setiap waktu
Tanpa-Mu tak kan indah jalan hidupku
Tanpa-Mu tak kan mudah nikmat rizki-Mu
Karena-Mu s’lalu bersyukur saat ini
Ku beranjak dewasa


Chorus:
Semoga hidup ini kulalui dengan hati
Yang seterang bintang-bintang indah bertaburan
Tanpa kecewa amarah, prasasangka oh.
Dan semoga selalu kujalani perintah-Mu
Tuhan bimbinglah diriku
Penuh kasih, Yang Maha Pengasih
Doaku selalu


Tanpa-Mu tak kan indah jalan hidupku
Tanpa-Mu tak kan mudah nikmat rizki-Mu
Karena-Mu s’lalu bersyukur saat ini
Ku beranjak dewasa


Chorus:
Semoga hidup ini kulalui dengan hati
Yang seterang bintang-bintang indah bertaburan
Tanpa kecewa amarah, prasasangka oh.
Dan semoga selalu kujalani perintah-Mu
Tuhan bimbinglah diriku
Penuh kasih, Yang Maha Pengasih
Doaku di malam ini

---
Putar-putar terus lagu ini, putar-putar putar-putar. :")

Terhitung sejak tahun 2002 saya mendengarkan lagu ini. Dulu saya hanya asal ucap saja, barulah ketika saya beranjak tumbuh remaja... ketika SMP-SMA saya baru paham kalau lagu ini benar-benar bagus. Bukan, bukan hanya lagu ini, melainkan lagu anak-anak yang lainnya juga. Penuh makna, ringan, namun mendalam.

Faktanya, lagu anak-anak memiliki makna yang lebih mendalam akan kehidupan dibandingkan lagu-lagu cinta dewasa. Beruntungnya saya lahir di tahun 90-an, dimana masih ada Sherina, Tasya, Maisy, Chiquita Medi, Joshua, dll dengan lagu-lagu mereka yang menemani masa kecil saya. Tidak seperti sekarang, saya prihatin melihat anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa yang mana liriknya tidak sesuai usia mereka.

Thursday, 1 January 2015

Welcoming 2015


"...yang jauh itu waktu, yang dekat itu mati, yang besar itu nafsu, yang berat itu amanah, yang mudah itu berbuat dosa, yang panjang itu amal saleh, dan yang indah adalah saling memaafkan."
Imam Al Ghazali


Tahun 2015 telah tiba, selamat datang di tahun yang baru!

Sedikit menengok ke belakang, 2014 merupakan tahun penuh warna bagi saya. Ada canda, tawa, duka, dan segala bentuk emosi lainnya yang menjadi pelajaran berharga. Tahun dimana saya merasa jauh lebih mengenal diri saya dibanding sebelumnya. Tahun dimana saya benar-benar mencatat dan belajar dari kesalahan dan kegagalan. Tahun yang bisa saya nobatkan sebagai tahun penuh dengan renungan, penuh dengan kontemplasi.

Memang benar, tidak semua wishlist dan segala yang saya upayakan berhasil di tahun ini. Masih banyak yang gagal, namun setidaknya saya belajar banyak, banyaaak sekali. Terutama bagaimana mengontrol emosi dan gejolak yang ada dalam didalam diri. Belajar dan memahami indahnya menerima, memaafkan, tetapi tidak melupakan.