Sunday, 11 December 2016

The Beauty of Pocahontas

Pocahontas (source: movies.disney.ph)

Blue Dark Hair Shine (source: disney.co.uk)

Tough but Lovely (source: inspired.disney.nl)

Sometimes the right path isn't the easiest one.
I don't know what I can do, still I know I've got to try.
The water's always changing, always flowing, but people, I guess, can't live like that.
If you walk the footsteps of a stranger, you'll learn things you never know. 


She said.




I intend to populate my blog post with children's characters for Child Cancer Awareness Week. And I choose Disney Princess, Pocahontas.

Saturday, 10 December 2016

Menabung Rindu untuk Agandugume

Agandugume, Papua, Indonesia


Bagaimana rasanya jika kamu rindu dengan sesuatu, namun kamu tidak punya daya apapun untuk bertemu, bahkan sekadar mengetahui kabarnya?

Saya perkenalkan ke teman-teman, merekalah anak-anak dari distrik Agandugume. Bagi mereka, buku adalah kemewahan, rindu yang utopis untuk bertemu.

Mungkin, ini kali pertama teman-teman mendengar kaga Agandugume. Saya perkenalkan juga kampung halaman anak-anak ini, karena kamu mungkin tidak akan menemukannya di Google Maps atau aplikasi canggih di gadgetmu. Agandugume adalah distrik di kabupaten Puncak, Papua.
Akses kesana? Mudah saja, kalau kamu memiliki cukup uang, kamu bisa naik pesawat perintis dengan tiket 35 juta rupiah sekali jalan. Seharga tiket pulang pergi Jakarta - New York. Atau kalau kamu ingin menghemat, kamu bisa berjalan kaki naik dan turun gunung selama 2 hari.

Jangan berharap kamu bisa check in Path setelah tiba di Agandugume. Tidak akan ada sinyal di sana. Ditambah lagi, daerah ini berada di ketinggian 3090 mdpl.

Cukup paket lengkap untuk membuat ilmu pengetahuan dan pendidikan menjadi rindu tanpa balas bagi anak-anak di sana.

Baiklah. Kita sama-sama pernah merasakan rindu, bukan? Bagaimana sejenak saja, kita menyisihkan buku atau donasi untuk menuntaskan rindu anak-anak yang mungkin seumur hidup tidak akan pernah kita temui ini? Atau, sekadar mengabarkan ke teman-teman tentang niat baik ini?

Satu buku darimu, bisa menjadi cerita sepanjang masa tentang rindu yang terjawab tuntas bagi mereka.


Kamu dapat klik link berikut ini untuk lebih lengkapnya:

https://kitabisa.com/agandugume

Tuesday, 6 December 2016

December

Remember December


Desember sudah memasuki hari ke-enam-nya.
Rentetan kewajiban saya apa kabarnya?
Sayangnya, kebanyakan masih alpha.

Bulan ini merupakan bulan yang akan menentukan, akankah semester depan saya benar-benar sudah tutup teori atau belum. Bulan yang penuh dengan ujian dan tugas besar. Bulan di mana saya mengejar dan menargetkan untuk seminar kerja praktek. Bulan yang penuh dengan kegiatan sebelum masuk ke masa liburan. Bulan yang penuh dengan pertanyaan...

"Bisa atau tidak?"

Itu semua kembali pada diri saya.. Saya sendiri yang bisa menciptakan jawabannya.


Dear December,
be nice ya :) 

Sunday, 27 November 2016

Things You Should Do When You Lost Your Passport


It's undesirable feeling. You are just catching your ice cream and got relax for a while after the hectic days. You just had a short conversation with your friends about the plan which you all been prepared to spent your two days in the capital city of a country before you board the plane home. When your friends collect their passport to one pocket, you just keep in mind where are yours. You try to stay as calm as you could and walk a little bit fast than your friends did.

You just opened your bag in the bus baggage and you took all your item out. You shake your things, and repeat it twice. Then you realized, it's vanish. You had ask the committee of the event you participated to re-check your room, is there anything left behind your room. Unfortunately, the answer is no.

Trying not to looks panic, you took a deep breathe and slowly plotting your mind about to do in the next day. Of course, if your passport surely gone.


That were happened to me on my very first experienced going aboard for a poster presentation in Malaysia. I went there with my friends.

I don't tell anyone until a proper situation came and still had a breakfast with them all also arranging our short escape day in KL before we go back to Jogjakarta. I told them that I had been contact my friend who will going to KL by plane those afternoon. I asked her to looking for my passport at Alor Setar Airport, but after she arrived she told me that nobody saw it.

Finally the breakfast was done, my friends started to walking to KL Sentral to catch the train. And me, trying to be calm. Then I told them that I really lost my passport. I have to go to the central police and KBRI if I still wanted to go back to Indonesia together with them. I also told them it is not a big deal if I have to go there by myself because it was absolutely my fault. My carelessness.

I still walk together with them until the escalator and turn left towards the police office below the KL Sentral Station. Yea, sadly, we separated into two groups. Below, I will going to tell you in several points what things you should do when you lost your passport in foreign country.

I told you that it needs a little patient and also money.


Friday, 9 September 2016

Menyapa Pringombo

Pada tanggal 26 Agustus - 3 September 2016, Book for Mountain (BFM) melaksanakan Projek Perpustakaan yang ke-15. Kali ini lokasinya di Pulau Jawa, tepatnya di Dusun Pringombo, Desa Ngadirejo, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Jika teman-teman dari Pekalongan, kurang lebih diperlukan satu jam untuk mencapai Pringombo. 

Ini merupakan kali kedua saya ikut Projek Perpustakaan semenjak saya bergabung di BFM, setelah tahun lalu yaitu Projek #BonjolInginBuku di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Untuk mencapai Prongombo, dari Kota Yogyakarta dibutuhkan sekitar lima jam perjalanan baik menggunakan mobil maupun sepeda motor. Meskipun letaknya masih di Pulau Jawa, jangan dikira sinyal internetnya kencang seperti di kota pada umumnya. Tidak sama sekali saudara-saudara. Sama sekali tidak ada sinyal di tempat kami bermalam, yaitu di rumah Pak Lurah. Untungnya ada wi-fi rumah Pak Lurah yang bisa digunakan untuk akses sosial media, sehingga kami tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat.

Anak-anak di pos IV outbond dengan pemandangan gunung dan perkebunan teh.

Wednesday, 7 September 2016

Project XV BFM: Among The Tea Tree


Aku akan bercerita tentang sebuah desa kecil nan asri yang terletak di ketinggian dekat Pekalongan, tepatnya Kabupaten Batang. Adalah Ngadirejo yang sebagian besar penduduknya mendapat mata pencaharian dari hasil panen teh dan cengkeh. Rumah-rumah warga yang saling bergandengan, serta sapaan dari setiap rumah yang dilalui setiap langkah kaki akan kau temui sepanjang hari. Memintamu untuk mampir dan singgah sejenak. "Mbak, monggo pinarak.." sapa mereka.

Kamu tidak akan menghabiskan harimu dengan menatap layar ponsel. Entah itu untuk menangkap pokemon, mengirim pesan, membaca timeline dan sebagainya. Tidak ada sinyal telepon biasa maupun sinyal internet, hanya saja ada wi-fi rumah Pak Lurah yang bisa diakses pagi dan malam hari untuk sekedar memberi kabar kepada orang-orang tersayang. 

Akan kau temui anak-anak sekolah dasar yang bermain ke basecamp dengan penuh rasa ingin tahu. Mereka akan memintamu untuk menemani mereka membaca, menggambar, dan memintamu menjawab pertanyaan akan keingintahuan mereka. Jogja, adalah kata yang sedikit asing bagi mereka meski letaknya masih sama-sama di Pulau Jawa. Sebagian besar dari mereka belum pernah keluar dari daerahnya.

Sebuah media tuk meredam segala emosi dan ambisi yang belakangan membara dalam diri. Melepaskan segala label yang melekat dalam diri, merasakan hidup di desa selama beberapa hari. Belajar untuk lebih mensyukuri hidup ini.

Selama kurang lebih sepuluh hari, Book for Mountain akan mengadakan kegiatan dan pengadaan perpustakaan di desa ini. Setelah melalui tahap survey lokasi, penggalangan dana, #HariKumpulBuku, pembelanjaan buku bacaan, persiapan konsep acara, open recruitment volunteer hingga persiapan keberangkatan... akhirnya Project XV Ngadirejo - Batang telah terlaksana.


Pemandangan Kebuh Teh Ngadirejo, Batang

#HariKumpulBuku di GSP Sayap Barat

Thursday, 1 September 2016

lemonades


I can prove myself for my own self that I am far from what’s my surrounding thinking I was. There’s no need to prove them wrong, or anyone else. It’s wasting time and waste my time, I just need to prove myself that I could take a better path with a better emotional quotient to do whatever I want and reach whatever I’ve been dreaming of. I also pray for them to have something proper to do than talking about people's live and businesses. Aha. :) 

Wednesday, 24 August 2016

Entering The Final Year


Hi, folks!
Udah lama nggak sharing dan nyampah benang kusut dikepala...

Ceritanya kemarin adalah rebutan kelas yang (insya Allaah) terakhir dimasa perkuliahan sarjanaku. Rasanya nggak nyangka banget udah masuk tahun ke empat jadi mahasiswi, officially semester tujuh bakalan dimulai minggu depan tepatnya 1 September 2016. Thanks to Fenti Ramadani Ferdiansyah yang udah dengan sabar dan tenang menyelamatkan key in ku yang nyaris gagal karena gabisa masuk sistem. I am counting on you sista, semoga semester terakhir ambil teori kita berdua dilancarkan oleh-Nya. Maafkan aku yang sempat hampir bete dan lupa bersyukur ini ketika gabisa log in. Malu euy.

Kalo boleh noleh ke belakang dikit, keliatannya kayak baru kemarin lulus SMA terus sedih-sedih menye berlebihan nyaris depresi karena nggak mendapatkan apa yang aku harapkan. Malu banget rasanya kalau diinget-inget, tapi juga bersyukur banget banget an karena Allah udah ngasih aku pengalaman emosi yang luar biasa dan nggak semua orang pernah mengalaminya. Perasaan jungkir balik yang nyaingin tegangnya naik roller coaster, yang kalo diminta untuk barter aku nggak bakalan menukar itu dengan apapun. Really. 

Begitu aku ngeliat diriku sendiri yang sekarang it feels like.... I am getting better!  Alhamdulillaah.

Mungkin emang aku merasa berubah, ada hal-hal yang lebih baik dan lebih buruk. Bagiku itu adalah hal yang manusiawi, maka dari itu aku mohon maaf banget banget kalau ada yang kurang berkenan dan dirugikan dengan perubahanku beberapa tahun belakangan ini. Mohon dimaklumi.. Insya Allaah, pada saat yang tepat nanti aku pingin share lebih detail tentang pengalaman roller coaster yang aku alami. Yang sampai detik ini belum ada seorang pun yang tau cerita versi komplitnya. Semoga timing yang tepat segera datang dan semoga ketika nanti aku ceritakan bisa membawa pengaruh positif bagi siapa saja yang mendengar dan membacanya. So, stay tune guys :)

Selama jadi mahasiswi, udah enam kali aku ngerasain rebutan kelas kuliah yang menurutku itu seru bangeeet. Hahahaha. Bayangin aja saingan dapat jadwal ideal dan sesuai harapan. Sayangnya, dari enam kali KRS-an aku bener-bener mulus baru sekali dan dua kali rada mulus. Alhamdulillaah nya, hasil KRS-an semakin gagal malah semakin bagus IP semesternya, entah kenapa. Mungkin karena dosennya pada killer jadi usaha yang aku keluarkan untuk menjalani mata kuliah itu juga lebih ekstra. Bener-bener nggak nyangka.

Semakin kesini semakin aku sadar dan semakin yakin bangeeet kalau segala sesuatu yang kita dapatkan itu memang versi yang paling baik dari Yang Maha Kuasa. Pernah baca somewhere gitu quote dari sahabat Rasul, "there'll be a day you will thank Allah that not all your prayers are answered" ya... dan aku benar-benar merasakannya banget. Mungkin terkadang kalau kondisi-kondisi tertentu datang aku masih ngerasa bete sama orang-orang tertentu yang rada nyinyir, cuma over all udah bisa cuek. Alhamdulillaah banget, terima kasih Allah sayang untuk semuanya.

Terima kasih juga buat tulisannya teman aku dari SD, Aisyah Mega Nuraini Hildaningtyas, yang diposting di blog pribadinya jaman SMP dulu banget.. isinya tentang surat Al Baqarah ayat 216. Kalau boleh jadi kita suka sama sesuatu, tapi itu nggak baik buat kita dan boleh jadi kita benci sesuatu, tapi ternyata itu malah baik buat kita. Allah Maha Tahu akan semuanya, sedangkan kita sebagai manusia mah apa atuh. Tinggal menerima dan nurut aja, insya Allah memang yang terbaik.

Semakin kesini ngerasanya kayak ngikut aja sama apa yang Dia pilihkan untukku. Aku sadar, emang apa yang aku raih, yang aku jalani dan yang bisa aku persembahkan untuk orang-orang disekelilingku pun untuk-Nya belum ada apa-apanya dibandingkan hal-hal amazing wonderful atau apapu  itu di luar sana. Cuma ya aku bersyukur sampai detik ini aku udah dituntun ke jalan yang aku nggak pernah nyangka akan mendapatkannya, Yang aku nggak pernah nyangka bisa melaluinya dengan penuh tawa kayak sekarang. Ujian kesabaran yang luar biasa banget.

Sekarang aku ngerasanya kayak lebih lepas gitu, berusaha tetep cuma kayak nanti bakal gimana kedepannya rasanya lebih ngalir. Udah yakin banget kalau sesuatu bakal dikasih buat aku, se-nggak mungkin apapun hal itu untuk aku raih pasti tetep bakal ditakdirkan buatku. Kalau hal itu kelihatan reachable, tapi Dia emang nggak menakdirkannya buatku ya sampe kapanpun nggak akan jadi bagian dari hidupku. Bahasa gampangnya sih kalau jodoh nggak kemana. Weits, ini berlaku untuk segala aspek kehidupan lho ya.

Tantangan-tantangan dan kejutan selanjutnya udah menanti untuk dihadapi di depan sana. Saatnya menyiapkan dengan sebaik yang dibisa. Semester dengan full teori terakhir, kerja praktek, tahun terakhir bantuin asistensi, dan... tugas akhir. Kyaaaaaa! Can't wait. Aku yakin kok nggak akan mudah, yakin banget. Perlu ditanamkan aja kalau nggak mudah itu bukan berarti nggak bisa. Sulit belum tentu mustahil. If there's a will, there will be a way kan ya?

Keep dreaming, keep praying, keep believing.



salam semangat,

maulidyawati.

Wednesday, 6 July 2016

Lab-Mate


Tidak terasa genap satu tahun sudah saya memiliki aktivitas baru yang (mungkin) tidak pernah terbayangkan sebelumnya dibenak orang-orang yang mengenal saya di jenjang pendidikan sebelumnya.

Adalah hal yang biasa apabila seorang bari lari keliling lapangan berkali-kali, knee-up berpuluh-puluh kali bahkan seratus kali dalam satu waktu.
Adalah hal yang biasa apabila seorang bari main ke sana kemari yang berbau alam. Entah itu nonton sunset sendirian, tiba-tiba dijemput teman pagi buta buat nonton sunrise, atau kegiatan ekstrim seperti naik gunung, panjattebing dan semacamnya. Bahkan nekat pergi ke kota orang seorang diri menaiki transportasi umum.
Adalah hal yang biasa pula apabila seorang bari wira-wiri sana-sini untuk mengikuti kepanitiaan atau terlibat dalam kepengurusan organisasi.
Namun.. belakangan bari melakukan hal yang sangat tidak biasa untuknya.
Masuk ke ranah akademik dengan segudang distraksi untuk membaca, ya, membaca hal-hal yang sebelumnya tidak suka dibacanya. Dimana banyak paksaan untuk terus belajar, untuk terus mengembangkan diri sendiri dan teman-teman seperjuangan. Ikut riset dosen, ikut lomba. Pokoknya... bukan bari banget deh.

And then, I feel that I am no longer could be considered as an outgoing person.

Yang tadinya one call away bisa enjoy main kapan aja, cari kerjaan sana sini buat ngajak pun diajak main. Mungkin... untuk beberapa saat menjadi tidak seasik dulu. Mohon maaf sebesar-besarnya untuk pihak-pihak yang saya kecewakan :')

Alasan kenapa saya membuat keputusan ini ngga perlu lah ya dijabarkan disini. Bisa jadi, teman-teman kuliah saya ngga akan nyangka kalau bari dulunya sedemikian rupa... apalagi teman saya SMA, bisa jadi terkaget-kaget juga. Kalau teman SMP sih mungkin biasa saja, karena ketika saya SMP dulu. I am in between bari SMA dan bari di kuliah.

Berikut adalah gambaran sekitar saya di tahun ketiga perkuliahan ini...

Saturday, 2 July 2016

dinamika


beberapa tahun belakangan, saya banyak belajar tentang kehilangan. pada dasarnya di dunia ini, kita sebagai manusia, nggak punya apa-apa. semua punya Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga akan kembali pada-Nya.

usia manusia siapa yang tahu. semua sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta. boleh jadi hari ini kita masih bercanda tawa, keesokan harinya sudah dalam keadaan berbeda.

masih ingat benar dalam ingatan saya ketika hari sabtu seusai sekolah, saya masih bercanda dengan teman saya. tanpa disangka besok malamnya saya mendengar kabar dia telah dipanggil ke hadapan-Nya. sempat juga saya merencanakan beberapa wacana dengan seorang sahabat dekat. sering menghabiskan waktu bersama, meski sudah tidak dalam almamater yang sama. tanpa disangka, dia sudah sakit lama dan kami semua tak ada yang menyadarinya. Sang Pencipta mencintainya lebih dari kami semua.

tahun lalu secara tiba-tiba, ada kabar menghebohkan grup angkatan bahwasanya ada seorang teman yang berpulang dengan kejadian tak terduga. siapa sangka orang sebaik dia, diperlakukan sedemikian rupa.


Tuesday, 28 June 2016

23


Ramadhan telah memasuki sepertiga penghujungnya.
Diri saya, apa kabarnya?

Ada rasa tidak karuan dalam hati ketika ingat jikalau Ramadhan akan usai sebentar lagi...

Kemana saja diri ini hingga masih banyak kewajiban yang ditunda,
wacana to do list Ramadhan yang tidak kunjung terlaksana,
bibir yang masih sering mencela,
amarah dalam hati yang masih membara,
dan juga, mata, yang dapat terlelap dengan mudahnya.

Disibukkan oleh urusan dunia,
fana.


Tuhan,
saya tidak ingin Ramadhan berlalu begitu saja.

Saturday, 4 June 2016

Elegi


Saya tahu, semua orang tahu, bahwa menjalani dunia perkuliahan jauh dari kata mudah. Terutama dunia perkuliahan Teknik pada tahun ketiga. Mungkin, semua jurusan merasakan hal yang sama sesuai versinya.

Semenjak tahun ketiga perkuliahan saya dimulai, saya menyadari, bahwa tahun ketiga saya nanti tidak akan mudah untuk dijalani. Dan detik ini, saya sedang benar-benar merasakan gejolaknya.

Dua semester ini saya berada dimana saya dipercaya untuk mengemban beberapa amanah, yang mana semuanya merupakan pilihan saya sendiri. Yang ketika saya meng-iya-kan yang satunya, saya sangat sadar bahwa time management saya akan benar-benar diuji untuk beberapa saat kedepan.

Pada tahun ketiga perkuliahan saya ini pun muncul keyakinan, bahwa tahun ketiga ini akan menjadi tahun yang jauh berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya. Tahun ini akan menjadi tahun dimana saya lebih banyak mencoba. Tahun dimana saya akan merasakan kenyataan yang lebih membuka mata, bahwa bersama kegagalan Tuhan akan senantiasa menyelipkan keberhasilan selama saya mau mengusahakan yang terbaik. Dan beberapa kali, saya benar-benar merasakannya.

Friday, 13 May 2016

What If


One step closer.
There's so many what if questions in my mind. I couldn't stop doubting, wondering, and wishing.

If the answer is yes, I hope it could be the best self-development for myself, self-motivation for me and also people around me. It would be such another great blessing to be grateful for which happening to me on my third-year in college.

And if the answer is no, I hope I could learn a lot from my failure and from others experience. I will push myself to keep trying for achieving what I have to striving for. I will tell myself that God has a better plan for me.

The most certain thing in this life was uncertainty. Whatever will be, will be.
Keep praying and keep believing. Bismillaah...


"But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah knows while you know not." (QS. 2 : 216)

Saturday, 7 May 2016

-


Jarang posting?
Ini alasannya... salahkan mereka...



*abaikan gelasnya ya*

Saturday, 2 January 2016

welcoming 2016


hari pertama di tahun permulaan asean economic community (AEC) telah berlalu. baru hari pertama, sudah bertambah satu saja track record jumlah kenekatan dalam hidup saya. hm, actually, bukan bari namanya jikalau tidak senekat ini.

semoga semakin hari yang akan saya temui, saya bisa belajar untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. menjadi pribadi yang lebih bisa mengelola emosi dan mempersering kontemplasi. banyak nikmat tak terduga yang terjadi di tahun 2015. beberapa check list sudah tercoret, besar harapan, di  2016 yang mana merupakan tahun terakhir saya mengambil teori didunia perkuliahan ini, saya semakin semangat untuk mewujudkan apa yang disebut mimpi.

semoga... saya dapat membahagiakan siapa saja yang saya sayangi pun menyayangi saya. dengan apa? tentunya dengan menjadi bahagia. bahagia itu bukan perihal dinanti dan ditunggu, melainkan diciptakan. terima kasih semesta yang telah mendukung terciptanya bahagia pada lembaran pertama tahun ini.

selamat tahun baru, semua. semoga semakin bahagia dan penuh warna. :)



yang berbahagia,
maulidyawati.