Saturday, 4 June 2016

Elegi


Saya tahu, semua orang tahu, bahwa menjalani dunia perkuliahan jauh dari kata mudah. Terutama dunia perkuliahan Teknik pada tahun ketiga. Mungkin, semua jurusan merasakan hal yang sama sesuai versinya.

Semenjak tahun ketiga perkuliahan saya dimulai, saya menyadari, bahwa tahun ketiga saya nanti tidak akan mudah untuk dijalani. Dan detik ini, saya sedang benar-benar merasakan gejolaknya.

Dua semester ini saya berada dimana saya dipercaya untuk mengemban beberapa amanah, yang mana semuanya merupakan pilihan saya sendiri. Yang ketika saya meng-iya-kan yang satunya, saya sangat sadar bahwa time management saya akan benar-benar diuji untuk beberapa saat kedepan.

Pada tahun ketiga perkuliahan saya ini pun muncul keyakinan, bahwa tahun ketiga ini akan menjadi tahun yang jauh berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya. Tahun ini akan menjadi tahun dimana saya lebih banyak mencoba. Tahun dimana saya akan merasakan kenyataan yang lebih membuka mata, bahwa bersama kegagalan Tuhan akan senantiasa menyelipkan keberhasilan selama saya mau mengusahakan yang terbaik. Dan beberapa kali, saya benar-benar merasakannya.

Terhitung sejak September 2015 lalu, sudah banyak kegagalan yang saya alami. Apakah hal itu membuat saya menyerah dan terjatuh? Tidak. Semua itu justru membuat saya semakin penasaran, membuat saya semakin percaya diri untuk mempersiapkan diri ini untuk segala kesempatan yang masih terbuka lebar didepan sana. Karena saya yakin dan percaya, harapan itu ada.

Dan pada detik ini, saya sedang duduk di McD Sudirman, memutuskan untuk tidak pulang karena tidak enak dengan tetangga dan orang tua. Tidak berani karena beberapa kali terjadi tindak kejahatan dan "kecelakaan" di daerah dekat rumah. Lewat tengah malam tadi, saya baru selesai mencetak hal-hal yang akan saya gunakan pagi ini. Padahal hari ini, saya sudah harus ada di lokasi acara pukul tujuh pagi. Itu artinya, setidaknya pukul enam pagi saya sudah harus berangkat dari rumah. Belum lagi rentetan persiapan yang masih juga belum disiapkan harus saya kerjakan disini. Lembur malam di McD, sendiri. Ditemani para pejuang malam yang suaranya silih berganti menyapa pagi.

Beberapa kali saya sempat keteteran membagi prioritas saya. Semua seolah meminta dinomor-satu-kan, semua seolah menuntut saya untuk selalu ada. Dan sekitar seolah tidak mau mengerti apa yang saya rasa. Apa yang saya sedang kerjakan. Apa yang saya usahakan. Berantakan.

Berkali-kali saya merutuki diri sendiri, kenapa saya pernah berfikir untuk memilih jalan ini. Mengapa saya harus diberi salah satu amanah yang saya sama sekali tidak menginginkan untuk ada disana. Amanah yang membuat saya menjalaninya hanya dengan separuh hati dan tidak sungguh-sungguh. Jadwal kursus yang bertabrakan dengan agenda rapat-rapat dadakan, membuat saya harus membolos-mengejar ketertinggalan-mengeluarkan biaya tambahan untuk ujian susulan-dan masih banyak lagi. Saya sadar, bahwa tidak ada pilihan lain selain menjalani dan menyelesaikannya secara perlahan dan pasti. Saya yakin, bahwa semua ini akan bermanfaat bagi saya suatu hari nanti.

Meskipun hanya untuk menjawab pertanyaan interviewer scholarship mengenai perjuangan berat untuk menyelesaikan perkuliahan. Bisa jadi untuk menjawab pertanyaan HRD sebuah perusahaan dimana saya melamar kerja. Atau dapat pula menjadi salah satu jawaban yang menguatkan pewawancara yang sedang menyeleksi saya dalam sebuah program yang saya targetkan selepas sarjana. Atau apapun yang saya juga masih tidak tahu apa.

Saya berharap,
dengan mengistirahatkan sejenak hati, pikiran dan jari dari seluruh tugas maupun pekerjaan yang harus saya selesaikan, dapat sedikit meringankan langkah saya. Meredam emosi saya. Meyakinkan orang-orang yang membaca tulisan ini, bahwa masa-masa sulit adalah bagian seru dalam hidup yang harus diselesaikan dengan hati-hati. Hal yang wajar untuk dialami dan mengajarkan sebuah arti. Bahwasanya dalam hidup ini, kita semua tidak pernah sendiri.

Ada doa orang tua ataupun kerabat yang menyertai, serta nikmat Tuhan yang selalu bersemi.
Di sini. Di hati.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)