Wednesday, 24 August 2016

Entering The Final Year


Hi, folks!
Udah lama nggak sharing dan nyampah benang kusut dikepala...

Ceritanya kemarin adalah rebutan kelas yang (insya Allaah) terakhir dimasa perkuliahan sarjanaku. Rasanya nggak nyangka banget udah masuk tahun ke empat jadi mahasiswi, officially semester tujuh bakalan dimulai minggu depan tepatnya 1 September 2016. Thanks to Fenti Ramadani Ferdiansyah yang udah dengan sabar dan tenang menyelamatkan key in ku yang nyaris gagal karena gabisa masuk sistem. I am counting on you sista, semoga semester terakhir ambil teori kita berdua dilancarkan oleh-Nya. Maafkan aku yang sempat hampir bete dan lupa bersyukur ini ketika gabisa log in. Malu euy.

Kalo boleh noleh ke belakang dikit, keliatannya kayak baru kemarin lulus SMA terus sedih-sedih menye berlebihan nyaris depresi karena nggak mendapatkan apa yang aku harapkan. Malu banget rasanya kalau diinget-inget, tapi juga bersyukur banget banget an karena Allah udah ngasih aku pengalaman emosi yang luar biasa dan nggak semua orang pernah mengalaminya. Perasaan jungkir balik yang nyaingin tegangnya naik roller coaster, yang kalo diminta untuk barter aku nggak bakalan menukar itu dengan apapun. Really. 

Begitu aku ngeliat diriku sendiri yang sekarang it feels like.... I am getting better!  Alhamdulillaah.

Mungkin emang aku merasa berubah, ada hal-hal yang lebih baik dan lebih buruk. Bagiku itu adalah hal yang manusiawi, maka dari itu aku mohon maaf banget banget kalau ada yang kurang berkenan dan dirugikan dengan perubahanku beberapa tahun belakangan ini. Mohon dimaklumi.. Insya Allaah, pada saat yang tepat nanti aku pingin share lebih detail tentang pengalaman roller coaster yang aku alami. Yang sampai detik ini belum ada seorang pun yang tau cerita versi komplitnya. Semoga timing yang tepat segera datang dan semoga ketika nanti aku ceritakan bisa membawa pengaruh positif bagi siapa saja yang mendengar dan membacanya. So, stay tune guys :)

Selama jadi mahasiswi, udah enam kali aku ngerasain rebutan kelas kuliah yang menurutku itu seru bangeeet. Hahahaha. Bayangin aja saingan dapat jadwal ideal dan sesuai harapan. Sayangnya, dari enam kali KRS-an aku bener-bener mulus baru sekali dan dua kali rada mulus. Alhamdulillaah nya, hasil KRS-an semakin gagal malah semakin bagus IP semesternya, entah kenapa. Mungkin karena dosennya pada killer jadi usaha yang aku keluarkan untuk menjalani mata kuliah itu juga lebih ekstra. Bener-bener nggak nyangka.

Semakin kesini semakin aku sadar dan semakin yakin bangeeet kalau segala sesuatu yang kita dapatkan itu memang versi yang paling baik dari Yang Maha Kuasa. Pernah baca somewhere gitu quote dari sahabat Rasul, "there'll be a day you will thank Allah that not all your prayers are answered" ya... dan aku benar-benar merasakannya banget. Mungkin terkadang kalau kondisi-kondisi tertentu datang aku masih ngerasa bete sama orang-orang tertentu yang rada nyinyir, cuma over all udah bisa cuek. Alhamdulillaah banget, terima kasih Allah sayang untuk semuanya.

Terima kasih juga buat tulisannya teman aku dari SD, Aisyah Mega Nuraini Hildaningtyas, yang diposting di blog pribadinya jaman SMP dulu banget.. isinya tentang surat Al Baqarah ayat 216. Kalau boleh jadi kita suka sama sesuatu, tapi itu nggak baik buat kita dan boleh jadi kita benci sesuatu, tapi ternyata itu malah baik buat kita. Allah Maha Tahu akan semuanya, sedangkan kita sebagai manusia mah apa atuh. Tinggal menerima dan nurut aja, insya Allah memang yang terbaik.

Semakin kesini ngerasanya kayak ngikut aja sama apa yang Dia pilihkan untukku. Aku sadar, emang apa yang aku raih, yang aku jalani dan yang bisa aku persembahkan untuk orang-orang disekelilingku pun untuk-Nya belum ada apa-apanya dibandingkan hal-hal amazing wonderful atau apapu  itu di luar sana. Cuma ya aku bersyukur sampai detik ini aku udah dituntun ke jalan yang aku nggak pernah nyangka akan mendapatkannya, Yang aku nggak pernah nyangka bisa melaluinya dengan penuh tawa kayak sekarang. Ujian kesabaran yang luar biasa banget.

Sekarang aku ngerasanya kayak lebih lepas gitu, berusaha tetep cuma kayak nanti bakal gimana kedepannya rasanya lebih ngalir. Udah yakin banget kalau sesuatu bakal dikasih buat aku, se-nggak mungkin apapun hal itu untuk aku raih pasti tetep bakal ditakdirkan buatku. Kalau hal itu kelihatan reachable, tapi Dia emang nggak menakdirkannya buatku ya sampe kapanpun nggak akan jadi bagian dari hidupku. Bahasa gampangnya sih kalau jodoh nggak kemana. Weits, ini berlaku untuk segala aspek kehidupan lho ya.

Tantangan-tantangan dan kejutan selanjutnya udah menanti untuk dihadapi di depan sana. Saatnya menyiapkan dengan sebaik yang dibisa. Semester dengan full teori terakhir, kerja praktek, tahun terakhir bantuin asistensi, dan... tugas akhir. Kyaaaaaa! Can't wait. Aku yakin kok nggak akan mudah, yakin banget. Perlu ditanamkan aja kalau nggak mudah itu bukan berarti nggak bisa. Sulit belum tentu mustahil. If there's a will, there will be a way kan ya?

Keep dreaming, keep praying, keep believing.



salam semangat,

maulidyawati.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)