Friday, 9 September 2016

Menyapa Pringombo

Pada tanggal 26 Agustus - 3 September 2016, Book for Mountain (BFM) melaksanakan Projek Perpustakaan yang ke-15. Kali ini lokasinya di Pulau Jawa, tepatnya di Dusun Pringombo, Desa Ngadirejo, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah. Jika teman-teman dari Pekalongan, kurang lebih diperlukan satu jam untuk mencapai Pringombo. 

Ini merupakan kali kedua saya ikut Projek Perpustakaan semenjak saya bergabung di BFM, setelah tahun lalu yaitu Projek #BonjolInginBuku di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Untuk mencapai Prongombo, dari Kota Yogyakarta dibutuhkan sekitar lima jam perjalanan baik menggunakan mobil maupun sepeda motor. Meskipun letaknya masih di Pulau Jawa, jangan dikira sinyal internetnya kencang seperti di kota pada umumnya. Tidak sama sekali saudara-saudara. Sama sekali tidak ada sinyal di tempat kami bermalam, yaitu di rumah Pak Lurah. Untungnya ada wi-fi rumah Pak Lurah yang bisa digunakan untuk akses sosial media, sehingga kami tetap dapat berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat.

Anak-anak di pos IV outbond dengan pemandangan gunung dan perkebunan teh.

Peserta Projek kali ini ada 9 orang dari BFM yang bergantian datang dan pergi, diantaranya adalah saya sendiri, Lili, Mbak Niniek, Mbak Russel, Mbak Pristi, Mas Tama, Nabil dan Totok. Kami juga dibantu oleh 3 orang volunteer yaitu Mas Ivan, Mas Wiwit dan Mbak Tuti. Jangan bayangkan kami selalu bersama dari awal sampai akhir, rata-rata yang stay di lokasi adalah 4-6 orang saja. Bahkan sempat hanya bertiga, tapi syukurlah semua tetap dapat berjalan meski terkadang sedikit meleset dari rencana.

Saya dan Lili baru datang di hari kedua dikarenakan ada acara di Jogja. Kami tidak ikut agenda hari pertama yaitu berkenalan dengan warga sekitar juga anak-anak. Hari kedua diisi dengan outbond. Kami bermain dan belajar bersama adik-adik, tentunya untuk mendekatkan mereka secara perlahan akan pentingnya membaca dan mengenal teh. Mengapa teh? Karena seperti di postingan sebelumnya, bahwa daerah Ngadirejo merupakan daerah penghasil teh. Jangan heran jikalau pada gambar di atas nampak pemandangan perkebunan teh yang ciamik.

Lili melakukan tes level baca anak kelas 1 SD.
BFM memiliki metode baru dalam labelling buku bacaan. Jadi kami mengurutkannya berdasarkan tingkat kesulitan pemahaman dari isi buku-buku tersebut. Ada dari level 0 hingga level ke-8. Disini anak-anak akan dites level membacanya, yang kemudian akan diberikan kartu dengan list judul buku didalamnya. Untuk setiap buku yang telah selesai mereka baca anak-anak akan mendapatkan stiker smile.

Oiya, setiap sebelum memulai kegiatan, biasanya kami mengadakan senam. Anak-anak suka sekali! Senamnya berupa nyanyi bersama-sama, seperti king kong, papa tome papa, marina menari dan masih banyak lagi.

Senam Papa Tome Papa.
Game di dalam kelas.

Di sore dan malam hari, tidak jarang anak-anak berkunjung ke rumah Pak Lurah untuk bermain bersama kami. Sebelum perpustakaan jadi, anak-anak sering membaca buku-buku bersama kami. Tak hanya itu, beberapa dari mereka juga mengerjakan PR, bermain UNO atau sekedar ingin bercerita tentang apa saja. Satu lagi yang paling mereka suka: difoto! 

Anak-anak bermain ke basecamp.
Yang terakhir... yang paling ditunggu-tunggu adalah persiapan perpustakaan. Yeay! Jadi kami diberi space di sebuah rumah warga yang sudah tidak dihuni lagi. Rumah tersebut berhasil disulap menjadi perpustakaan berkat bantuan anak-anak dan warga sekitar. Kami mendekor perpustakaan bersama, selain itu, kami juga telah mengadakan pertemuan dengan muda-mudi setempat. Harapannya ketika kami sudah tidak disana lagi, perpustakaan akan berjalan dan terjaga.

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi yang saya punya..

The book(s).

Perpustakaan di malam hari.
Perpustakaan dengan lukisan karya anak-anak dan kakak-kakak.

Menghias perpus bersama.

Aku mau baca buku yang ini, kalau kamu?



Bapak-bapak yang juga semangat membaca.

Sayang sekali di hari-hari terakhir saya harus pulang ke Jogja duluan karena ada beberapa halangan, tapi syukur Alhamdulillaah bisa berkesempatan ikutan projek lagi. Disaat beberapa teman terhalang karena sudah mulai kuliah dan praktikum.

Semoga projek selanjutnya pada bisa ikutan! Dan juga... semoga perpustakaan di Pringombo dapat terkelola dengan baik dan bermanfaat bagi warga sekitar. Karena dengan membaca, kita bisa berkelana kemana saja. Sebagaimana orang bilang bahwasanya buku merupakan jendela dunia. :)

We Love Kids. We Love Books. We Adore Indonesia.

2 comments:

  1. Wow banget Bar :) keep posting keep inspiring.

    -TheAlchemist

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you yaaaa. TheAlchemist, kamu Paulo Coelho po? :')

      Delete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)