Wednesday, 7 September 2016

Project XV BFM: Among The Tea Tree


Aku akan bercerita tentang sebuah desa kecil nan asri yang terletak di ketinggian dekat Pekalongan, tepatnya Kabupaten Batang. Adalah Ngadirejo yang sebagian besar penduduknya mendapat mata pencaharian dari hasil panen teh dan cengkeh. Rumah-rumah warga yang saling bergandengan, serta sapaan dari setiap rumah yang dilalui setiap langkah kaki akan kau temui sepanjang hari. Memintamu untuk mampir dan singgah sejenak. "Mbak, monggo pinarak.." sapa mereka.

Kamu tidak akan menghabiskan harimu dengan menatap layar ponsel. Entah itu untuk menangkap pokemon, mengirim pesan, membaca timeline dan sebagainya. Tidak ada sinyal telepon biasa maupun sinyal internet, hanya saja ada wi-fi rumah Pak Lurah yang bisa diakses pagi dan malam hari untuk sekedar memberi kabar kepada orang-orang tersayang. 

Akan kau temui anak-anak sekolah dasar yang bermain ke basecamp dengan penuh rasa ingin tahu. Mereka akan memintamu untuk menemani mereka membaca, menggambar, dan memintamu menjawab pertanyaan akan keingintahuan mereka. Jogja, adalah kata yang sedikit asing bagi mereka meski letaknya masih sama-sama di Pulau Jawa. Sebagian besar dari mereka belum pernah keluar dari daerahnya.

Sebuah media tuk meredam segala emosi dan ambisi yang belakangan membara dalam diri. Melepaskan segala label yang melekat dalam diri, merasakan hidup di desa selama beberapa hari. Belajar untuk lebih mensyukuri hidup ini.

Selama kurang lebih sepuluh hari, Book for Mountain akan mengadakan kegiatan dan pengadaan perpustakaan di desa ini. Setelah melalui tahap survey lokasi, penggalangan dana, #HariKumpulBuku, pembelanjaan buku bacaan, persiapan konsep acara, open recruitment volunteer hingga persiapan keberangkatan... akhirnya Project XV Ngadirejo - Batang telah terlaksana.


Pemandangan Kebuh Teh Ngadirejo, Batang

#HariKumpulBuku di GSP Sayap Barat

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)