Saturday, 10 December 2016

Menabung Rindu untuk Agandugume

Agandugume, Papua, Indonesia


Bagaimana rasanya jika kamu rindu dengan sesuatu, namun kamu tidak punya daya apapun untuk bertemu, bahkan sekadar mengetahui kabarnya?

Saya perkenalkan ke teman-teman, merekalah anak-anak dari distrik Agandugume. Bagi mereka, buku adalah kemewahan, rindu yang utopis untuk bertemu.

Mungkin, ini kali pertama teman-teman mendengar kaga Agandugume. Saya perkenalkan juga kampung halaman anak-anak ini, karena kamu mungkin tidak akan menemukannya di Google Maps atau aplikasi canggih di gadgetmu. Agandugume adalah distrik di kabupaten Puncak, Papua.
Akses kesana? Mudah saja, kalau kamu memiliki cukup uang, kamu bisa naik pesawat perintis dengan tiket 35 juta rupiah sekali jalan. Seharga tiket pulang pergi Jakarta - New York. Atau kalau kamu ingin menghemat, kamu bisa berjalan kaki naik dan turun gunung selama 2 hari.

Jangan berharap kamu bisa check in Path setelah tiba di Agandugume. Tidak akan ada sinyal di sana. Ditambah lagi, daerah ini berada di ketinggian 3090 mdpl.

Cukup paket lengkap untuk membuat ilmu pengetahuan dan pendidikan menjadi rindu tanpa balas bagi anak-anak di sana.

Baiklah. Kita sama-sama pernah merasakan rindu, bukan? Bagaimana sejenak saja, kita menyisihkan buku atau donasi untuk menuntaskan rindu anak-anak yang mungkin seumur hidup tidak akan pernah kita temui ini? Atau, sekadar mengabarkan ke teman-teman tentang niat baik ini?

Satu buku darimu, bisa menjadi cerita sepanjang masa tentang rindu yang terjawab tuntas bagi mereka.


Kamu dapat klik link berikut ini untuk lebih lengkapnya:

https://kitabisa.com/agandugume

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)