Wednesday, 6 July 2016

Lab-Mate


Tidak terasa genap satu tahun sudah saya memiliki aktivitas baru yang (mungkin) tidak pernah terbayangkan sebelumnya dibenak orang-orang yang mengenal saya di jenjang pendidikan sebelumnya.

Adalah hal yang biasa apabila seorang bari lari keliling lapangan berkali-kali, knee-up berpuluh-puluh kali bahkan seratus kali dalam satu waktu.
Adalah hal yang biasa apabila seorang bari main ke sana kemari yang berbau alam. Entah itu nonton sunset sendirian, tiba-tiba dijemput teman pagi buta buat nonton sunrise, atau kegiatan ekstrim seperti naik gunung, panjattebing dan semacamnya. Bahkan nekat pergi ke kota orang seorang diri menaiki transportasi umum.
Adalah hal yang biasa pula apabila seorang bari wira-wiri sana-sini untuk mengikuti kepanitiaan atau terlibat dalam kepengurusan organisasi.
Namun.. belakangan bari melakukan hal yang sangat tidak biasa untuknya.
Masuk ke ranah akademik dengan segudang distraksi untuk membaca, ya, membaca hal-hal yang sebelumnya tidak suka dibacanya. Dimana banyak paksaan untuk terus belajar, untuk terus mengembangkan diri sendiri dan teman-teman seperjuangan. Ikut riset dosen, ikut lomba. Pokoknya... bukan bari banget deh.

And then, I feel that I am no longer could be considered as an outgoing person.

Yang tadinya one call away bisa enjoy main kapan aja, cari kerjaan sana sini buat ngajak pun diajak main. Mungkin... untuk beberapa saat menjadi tidak seasik dulu. Mohon maaf sebesar-besarnya untuk pihak-pihak yang saya kecewakan :')

Alasan kenapa saya membuat keputusan ini ngga perlu lah ya dijabarkan disini. Bisa jadi, teman-teman kuliah saya ngga akan nyangka kalau bari dulunya sedemikian rupa... apalagi teman saya SMA, bisa jadi terkaget-kaget juga. Kalau teman SMP sih mungkin biasa saja, karena ketika saya SMP dulu. I am in between bari SMA dan bari di kuliah.

Berikut adalah gambaran sekitar saya di tahun ketiga perkuliahan ini...

Saturday, 2 July 2016

dinamika


beberapa tahun belakangan, saya banyak belajar tentang kehilangan. pada dasarnya di dunia ini, kita sebagai manusia, nggak punya apa-apa. semua punya Tuhan Yang Maha Kuasa dan juga akan kembali pada-Nya.

usia manusia siapa yang tahu. semua sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta. boleh jadi hari ini kita masih bercanda tawa, keesokan harinya sudah dalam keadaan berbeda.

masih ingat benar dalam ingatan saya ketika hari sabtu seusai sekolah, saya masih bercanda dengan teman saya. tanpa disangka besok malamnya saya mendengar kabar dia telah dipanggil ke hadapan-Nya. sempat juga saya merencanakan beberapa wacana dengan seorang sahabat dekat. sering menghabiskan waktu bersama, meski sudah tidak dalam almamater yang sama. tanpa disangka, dia sudah sakit lama dan kami semua tak ada yang menyadarinya. Sang Pencipta mencintainya lebih dari kami semua.

tahun lalu secara tiba-tiba, ada kabar menghebohkan grup angkatan bahwasanya ada seorang teman yang berpulang dengan kejadian tak terduga. siapa sangka orang sebaik dia, diperlakukan sedemikian rupa.