Sunday, 1 January 2017

Tentang 2016; Secercah Semangat Menyambut 2017

source: wakeupnewyear.com

Tahun 2017, merupakan tahun yang saya nantikan per empat tahun lalu. Lebih tepatnya tiga setengah tahun lalu. Kenapa? Karena tahun ini saya targetkan untuk meraih gelar sarjana (teknik), mohon di-"amin"-kan ya. :)

Sebelum menentukan arah melangkah, ada baiknya sedikit menoleh kebelakang. Agar nantinya bisa lebih berhati-hati serta mengurangi berbagai sandungan kecil yang dapat melukai langkah kaki. Jika saya diminta untuk menggambarkan tahun 2016, saya akan menyatakannya dengan: perjalanan, persahabatan, perjuangan dan rasa syukur.



Januari

Perjalanan dimulai tepat di hari pertama tahun 2016 dimulai. Dimana saya nekat pergi ke Kudus untuk pertama kalinya dan sendirian tanpa tahu arah kemana saya harus pergi dengan jelas. Setidaknya saya bahagia, karena saya dapat memastikan bahwa seorang teman tetap tegar dalam menghadapi cobaan dari-Nya. :)

Di bulan ini pula, saya berkesempatan main asik bersama teman-teman SMA saya di suatu bukit di daerah Selatan. Sebelum saya harus kembali berkutat dengan training yang menyita waktu intens dua minggu lamanya. Alhamdulillaah.



Februari

Bulan ini saya berkesempatan untuk naik gunung lagi! Ini adalah hal yang nyaris tidak mungkin terjadi setelah kuliah, secara hari libur saya berbeda dengan teman-teman SMA saya. Jadi sudah sangat saya wajarkan ketika saya tidak akan bisa ikut jikalau teman-teman saya mendaki gunung. Setelah saya sedikit sedih tidak diajak teman ikut mendaki, tapi..... Alhamdulillaah saya justru berhasil mencapai puncak Gunung Sindoro 3153 mdpl. Thanks to mbak Pristian Wulanita dan kedua temannya yang mau mengajak saya (yang seperti congek ini) untuk mendaki bersama.


Februari memang tak hentinya memberi saya kejutan, saya mendapat dua kabar bahagia. Yang pertama, saya berkesempatan untuk pergi ke Medan bulan Maret nanti dan saya berkesempatan untuk berjuang demi mendapatkan free pass ke Bogor Agustus nanti.


Maret

Setelah gagal mengikuti lomba keilmuan yang paling prestis untuk mahasiswa jurusan saya dikarenakan masalah internal dengan pihak prodi. lomba yang paling ingin saya ikuti sedari ketika saya semester dua, karena kakak kelas SMA saya pernah mengikutinya hingga lolos dan berangkat ke kampus tersebut.

Meski saya lagi, lagi dan lagi gagal mendapatkan beasiswa dan go aboard untuk kesekian kalinya...

Ternyata Tuhan menyiapkan kejutan lain untuk saya. Saya berkesempatan pergi ke Medan dan meraih juara 3 untuk sebuah lomba yang menurut saya worth to try. Saya merasa termotivasi dan terinspirasi dengan teman-teman yang saya temui disini.



Tuhan, terima kasih.


April 

Bulan ini berjalan biasa-biasa saja dengan kegiatan sebagai mahasiswa dan komunitas yang saya ikuti. Menjalankan program hibah dikti, mempersiapkan event yang kurang sebulan lagi dan juga les bahasa di IFI. Satu kecerobohan lagi, kacamata saya harus diganti.


Mei 

It was an hectic month of the 6th semester, I think. I have to complete a lot of tasks and also, responsibilities. Program yang sedang padat-padatnya,  harus menjalankan amanah yang saya sendiri nggak pernah pingin untuk dikasih, juga mengepak buku-buku yang akan segera didistribusikan. Saya juga sempat-sempatnya apply sebuah program untuk aboard, sempat-sempatnya curi-curi waktu untuk menyiapkan requirement, untuk wawancara. Satu yang saya apreasi dari diri ini, saya tidak sedih ketika saya gagal lagi dan lagi.

Emosi, amarah, tangis, tawa pecah semua. Satu yang paling membuat senyum tergores lebar di wajah saya, menonton live Monita Tahalea untuk kedua kalinya. :)


Juni 

Laporan. Laporan. Laporan.
Entah kuliah, program, maupun tanggungjawab. Semua menuntut saya untuk menyelesaikan laporan sebelum deadline. Responsi dan big project juga turut meramaikan hecticnya bulan Juni yang menyaingi bulan Mei. Ujian les yang juga harus saya imbangi, serta ibadah puasa yang tidak boleh saya kesampingkan.


Juli

Life is balance. Saya gagal dan berhasil secara bersamaan di bulan ini. Meski gagal untuk berangkat ke suatu negara, meski gagal untuk lanjut tahap berikutnya dalam sebuah lomba, Tuhan memiliki rencana terbaik-Nya. Saya mendapatkan tiket free pass ke Bogor! The thing that my mom ever told me to give it a try, and I did it. I made it with my team. 

What else? I will going to Central Java for library project in August. 


Agustus

I've made my own birthday gifts in this month. In the beginning of this month I went to Bogor, it was indescribable feeling. Even though I didn't got any medals yet... I found an abundant of optimism, positive vibes and spirit to do more. To create more. And also, to inspire and to be inspired. 

In the middle of this month, I went to Surabaya for an event called ergo summer camp. I met people who have the same interest with me. I met the some new people, but I ever met some of them in any competition before. That's bring optimism in to myself.

The journey wasn't over in the middle of this month. I've got my end of August in Batang, Central Java. The second Library Project I've been joining with the community I get along in, Book for Mountain.


September
 
Bulan yang membanting saya sekencang-kencangnya, menampar saya sekeras-kerasnya. Tidak perlu saya ceritakan bagaimanakah bentuknya, yang jelas, ketika terlalu jauh memandang, kita sering lupa dengan sekeliling yang harus lebih kita perhatikan. :)

Pada bulan ini pula saya merasakan capek se-capek-capeknya. Physically mentally. Menekan ego sebegitunya, hingga Jogja-Solo dengan Prameks ditambah Go-Jek dengan intensitas tak terhitung pun mampu saya lewati.


Oktober

Saya nobatkan Oktober sebagai bulan kecerobohan. I've lost my passport and my ID card. Setidaknya saya bersyukur masih diberikan rezeki untuk mengurus SPLP, membayar taksi, dan ketenangan dalam mengurus semuanya dalam waktu kurang dari satu hari. The perks of being careless #astaghfirullah. 



November

Saya gagal memenuhi salah satu target penting dalam hidup saya. Setelah gagal hadir di pendadaran sahabat saya sedari TK, bulan ini saya gagal datang ke wisudanya. Satu tahun sebelumnya pula, saya gagal memenuhi target untuk hadir di hadapannya di ulang tahunnya yang ke-20. Untungnya, untuk sahabat saya yang satunya target pertama dapat terpenuhi. Jadi, ngga gagal gagal amat.  Kedengarannya memang aneh, saya memiliki tiga target yang menjadi mimpi saya, untuk dua sahabat TK saya. Apa saja? Memberikan kejutan di ulang tahun ke-20-nya, hadir di pendadaran/wisudanya, dan hadir di pernihakannya. 

Terkadang target yang ingin dicapai tak melulu hal serius. Semoga saya bisa memenuhi target ketiga saya untuk sahabat saya yang ini, dan memenuhi semua target untuk sahabat saya yang satunya. Mohon doanya ya. :)


Desember

Saya gagal seminar KP bulan ini, sodara-sodara. Saya juga diberikan teguran bahwa kesehatan itu penting. Percaya atau tidak, saya merasa sedikit kebal dengan yang namanya bius pada bulan ini, setelah sekian lama tidak meet up dengan jarum. Setidaknya saya bersyukur, diberikan nikmat berupa rezeki yang cukup untuk dapat menjalani semua ini. Saya belajar banyak, banyak sekali.

Tuhan, terima kasih. Alhamdulillaah for everything.

Ditutup dengan pertemuan singkat bersama orang-orang yang membuat saya merasa lebih hidup. 
Feeling alive, I miss the old me. Pergab mini reunion, jelajah version.



---

Untuk 2017 nanti, banyak sekali harapan yang dipupuk. Banyak sekali kejadian besar yang saya harapkan akan terjadi dalam hidup saya. Banyak orang yang saya harap dapat saya bahagiakan dengan hal-hal yang sederhana hingga lebih dari biasa. Ada pula impian semasa kecil yang selangkah lagi dapat menjadi nyata.

Jangan pernah berhenti berusaha, berdoa, dan percaya. Karena kombinasi yang pas antara ketiganya dapat membantu kita dalam merujudkan segenap asa. Semoga, semesta menyetujuinya. Tak perlu melirik rumput tetangga, saya tahu, Tuhan punya rencana.

A flower doesn't think of competing to the flower next to it. It just blooms.
-Anonim 



salam semangat,
maulidyawati.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)